Kompas.com - 11/11/2013, 20:27 WIB
Ribuan guru di wilayah perbatasn Nunukan gagal mendapat tunjangan khusus karena minimnya layanan informasi. KOMPAS.com/SUKOCORibuan guru di wilayah perbatasn Nunukan gagal mendapat tunjangan khusus karena minimnya layanan informasi.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Lebih dari 1.300 guru di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dipastikan tidak akan mendapatkan tunjangan khusus tahun 2013 setelah upaya pengajuan penambahan kuota oleh PGRI Nunukan ditolak Kementerian Pendidikan.

“Mereka (para guru) sudah pulang, mereka tidak berhasil. Ternyata kuota yang ada sudah ditutup. Yang kita ajukan 1.300 lebih untuk pendidikan dasar," ujar Ketua PGRI Kabupaten Nunukan, Husin Manu.

Tunjangan khusus sebesar 1 kali gaji pokok, menurut Husin Manu, layak diterima oleh guru yang mengajar di wilayah perbatasan, karena rata-rata mereka telah merlaksanakan tugas lebih dari 2 tahun seperti yang disyaratkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Banyak juga guru yang sudah lama mengabdi. Terutama yang mengajar di wilayah terisolir," kata Husin Manu.

Nasib guru yang mengajar di wilayah perbatasan seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Apalagi mereka mengajar di wilayah terisolasi yang sangat minim fasilitas. Akibat minimnya fasilitas, guru-guru di wilayah perbatasan terlambat menyerahkan data Dana Penunjang Pendidikan (Dapendik) sebagai persyaratan mendapatkan tunjangan khusus yang seharusnya disetorkan paling lambat 18 Maret 2013.

“Ini yang menjadi persoalan. Daerah-daerah macam Krayan yang harus naik pesawat. Mereka-mereka itu banyak yang nggak dapat. Seperti Lumbis Ogong yang harus naik perahu, kalau airnya surut kita nggak bisa ke sana. Untuk internet dari sana sangat susah sekali. Kecuali misalnya kalau mereka ke Nunukan, baru bisa mengakses data itu," jelas Husin Manu.

Meski tahun 2013 ribuan guru di wilayah perbatasan tidak mendapat tunjangan khusus, PGRI bertekad akan mengawal data Dana Penunjang Pendidikan (Dapendik) untuk tahun 2014. “Untuk tahun 2014 PGRI akan benar-benar mengawal. Untuk pengisian Dapendik juga harus betul," ujar Husin Manu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.