Kompas.com - 08/11/2013, 20:23 WIB
Budi Santosa (24) warga Domenggalan RT 08 RW 03, Kecamatan Demak Kota mempraktekan cara menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri Heri Laksono (19)yang diperankan oleh petugas, dalam rekonstrusi, Jumat (8/11/20013) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Budi Santosa (24) warga Domenggalan RT 08 RW 03, Kecamatan Demak Kota mempraktekan cara menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri Heri Laksono (19)yang diperankan oleh petugas, dalam rekonstrusi, Jumat (8/11/20013)
|
EditorFarid Assifa

DEMAK, KOMPAS.com - Emosi dapat membuat seseorang menjadi gelap mata dan melakukan perbuatan yang melebihi batas kewajaran, meskipun hanya dipicu oleh persoalan sepele. Itulah yang dilakukan Budi Santosa (24), warga Domenggalan, RT 08 RW 03, Kecamatan Demak Kota. Ia tega membunuh adik kandungnya, Heri Laksono (19), gara-gara sang adik seharian memancing di sungai.

Anehnya, Surantam (60), ayah dua kakak beradik tersebut, bukannya mencegah niat perbuatan anaknya itu, justru turut membantu menyingkirkan mayat korban dengan menghanyutkannya ke sungai Kalijajar.

Untuk mengetahui motif kasus pembunuhan yang terjadi pada tanggal 30 September 2013 itu, Polres Demak melakukan rekonstruksi, Jumat (8/11/2013). Dalam reka ulang tersebut terungkap, tersangka Budi Santosa menghabisi nyawa adiknya menggunakan dua bongkah batu. Perbuatan nekat pelaku dipicu kekesalannya pada adiknya itu karena rumah mereka yang masih dalam kondisi berantakan dan kotor, bukannya dibersihkan, justru malah ditinggal pergi memancing di sungai Kalijajar hingga sore hari.

Sepulang dari tempatnya bekerja, Budi bersama ayahnya, Surantam mendatangi korban yang sedang asyik memancing. Kemudian pelaku memanggil korban agar segera pulang ke rumah. Karena kalap ia pun mengambil dua bongkah batu, dan tanpa basa basi langsung menyerang adiknya yang tengah berjongkok mengambil alat pancingan. Tak sekadar mencaci-maki, kedua tangan Budi juga secara bergantian meninju muka Heri hingga adiknya tersebut kewalahan.

Surantam yang melihat keributan di pinggir Kalijajar menjelang maghrib, bukannya melerai, malah ikut memegang tangan Heri sehingga Budi leluasa memukulkan dua bongkah batu ke arah kepala si adik hingga jatuh terkapar.

Melihat korban tak berdaya dan tewas, bapak dan anak itu menyembunyikan mayat korban dan menutupinya dengan daun pisang kering. Kemudian kedua pelaku segera pergi meninggalkan lokasi kejadian. Khawatir para tetangga menemukan mayat Heri, pada keesokan malamnya, Budi mengajak ayahnya kembali ke TKP. Dengan menggunakan sebatang bambu panjang mereka mendorong mayat Heri hingga masuk ke sungai dan hanyut terbawa arus.

“Kecurigaan Heri sebagai korban pembunuhan diketahui dari hasil otopsi yang menunjukkan kondisi paru-paru korban kering meski ditemukan hanyut di sungai. Dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Demak , AKP Zainul Arifin kemudian dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya mencurigai tersangka Budi Santosa dan Suratman sebagai pelakunya,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Demak, AKP Sutomo. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal berlapis sesuai peran masing-masing, yakni Pasal 170, 351 dan 338 KUHP tentang penganiayaan hingga pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.