Kompas.com - 07/11/2013, 08:27 WIB
Mobil Honda Jazz milik APT, anak perwira polisi, yang menabrak belasan siswa SMA Hang Tuah II, Gedangan, Sidoarjo. SURYA/ANAS MIFTAKHUDINMobil Honda Jazz milik APT, anak perwira polisi, yang menabrak belasan siswa SMA Hang Tuah II, Gedangan, Sidoarjo.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Penanganan kasus Anggara Putra Trisula (20) terkait kecelakaan yang menimpa belasan siswa SMA Hang Tuah 2 Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, dikritik. Kepolisian dinilai tengah melindungi anak purnawirawan perwira tinggi Polri itu.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrahman, melihat ada kejanggalan yang ditunjukkan kepolisian dalam menangani kasus Anggara. Ia menilai Polda Jawa Timur tengah melindungi pelaku. Hal itu ditunjukkan dari sikap Polda Jawa Timur yang menyatakan akan membantu penanganan kasus kecelakaan tersebut dengan dalih pelaku masih dalam kondisi stres dan ketakutan.

Padahal, menurut Hamidah, kasus itu merupakan kasus kecelakaan biasa yang dapat diselesaikan di tingkat polres. Sikap berbeda akan diterima jika pelaku merupakan warga biasa yang tak memiliki hubungan dengan aparat penegak hukum. Bantuan dari Polda Jatim tersebut, tambah dia, menunjukkan kepolisian masih diskriminatif dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas.

"Kompolnas minta polisi bersikap proporsional. Kalau pelaku salah, ya jangan dibela. Coba pertimbangkan dampak perbuatan pelaku yang telah melukai beberapa orang," kata Hamidah kepada Kompas.com, Kamis (7/11/2013).

Hamidah menambahkan, upaya diskriminasi terlihat dari penerapan pasal yang disangkakan kepada tersangka. Penetapan tersangka memang sudah seharusnya dilakukan. Namun, ia menilai tidak tepat menjerat tersangka dengan Pasal 360 KUHP. Ancaman hukuman dalam pasal tersebut lebih rendah dibanding jika menggunakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

Menurut Hamidah, pelaku seharusnya dijerat Pasal 310 UU Lalu Lintas. Ia melihat penyidik enggan menggunakan UU Lalu Lintas lantaran segan terhadap orangtua pelaku. "Apa karena ancaman lebih ringan sehingga polisi menggunakan KUHP?" tanya dia.

Untuk diketahui, pada Pasal 360 Ayat 1 KUHP tertulis: Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun.

Ayat 2: Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau hukuman kurungan selama-lamanya enam bulan atau hukuman denda setinggi-tingginya Rp. 4.500.

Adapun pada Ayat 1 Pasal 310 UU Lalu Lintas tertulis, (1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp1 juta.

Ayat 2: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 juta.

Ayat 3: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 juta.

Ayat 4: Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 juta.

Anggara menabrak belasan siswa SMA pada Kamis (31/11/2013). Seorang siswi kelas X, Alif Kurnia Safitri, harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Waru. Korban ditabrak dan dilindas dengan ban depan dan belakang kiri. Tangan kanan Alif patah dan tulang ekornya remuk, sementara pipi bagian kanan penuh luka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X