Bulog Jember Sulit Salurkan Kedelai Lokal

Kompas.com - 05/11/2013, 15:33 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). Harga Kedelai yang fluktuatif membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan tambahan tugas kepada Perum Bulog untuk menstabilkan harga. Harga kedelai dipasaran berkisar dari Rp. 7.300 hingga Rp. 7.600 per kilogram.

KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). Harga Kedelai yang fluktuatif membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan tambahan tugas kepada Perum Bulog untuk menstabilkan harga. Harga kedelai dipasaran berkisar dari Rp. 7.300 hingga Rp. 7.600 per kilogram.
|
EditorKistyarini

JEMBER, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Jember, Jawa Timur, mengaku mengalami kesulitan menyalurkan kedelai lokal yang sudah dibeli dari petani.

"Saat ini kami sudah menyerap 19 ton kedelai dari petani Jember, dengan harga Rp 7.900 per kilogramnya. Harga itu sudah di atas HPP pemerintah sebesar Rp 7.400 per kilogramnya" terang Wakil Kepala Perum Bulog Sub Divre XI Jember, Prijono, Selasa (5/11/13).

Setelah menyerap, lanjut Prijono, Bulog Jember menemui kendala, terutama saat proses penyaluran kepada perajin tahu dan kedelai. "Di Jember sebenarnya ada koperasi perajin tahu dan kedelai. Tetapi persoalannya setelah kami tanya ke Dinas Koperasi dan UMKM Jember, status koperasinya mati suri," imbuh dia.

Jika langsung menyalurkan kepada pengusaha pengrajin tahu dan tempe sambung Prijono, Bulog akan mengalami kerugian. Sebab kedelai yang dibeli tersebut, menggunakan harga komersil, bukan HPP.


"Kami akan rugi di bahan bakar minyaknya. Yang jelas tidak akan sebanding dengan penghasilan yang akan didapat nantinya" ucapnya.

Menurut data yang dimiliki Bulog, di Jember terdapat sekitar 74 perajin tahu dan tempe. Sementara per hari yang dibutuhkan 100 kilogram per hari.  

Saat ini lanjut Prijono, bulog sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jember, untuk meminta koperasi khusus perajin tahu dan tempe, segera dibentuk dan diaktifkan kembali. "Jadi kami harus bersinergi dengan semua pihak, agar bisa maksimal" pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X