Konflik Keraton Solo, Kirab 1 Sura Ditiadakan

Kompas.com - 04/11/2013, 20:43 WIB
Penjaga di keraton Solo. KOMPAS.COM/M WismabrataPenjaga di keraton Solo.
|
EditorKistyarini

SOLO, KOMPAS.com — Perayaan malam 1 Sura di Keraton Solo akan terasa berbeda pada tahun ini setelah Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII melalui Mahapatih KGPH PA Tedjowulan menyatakan kirab 1 Sura ditiadakan.

Dalam keterangan pers di Dalem Badran, Kota Barat, Solo, Senin (4/11/2013), Tedjowulan mengatakan, pembatalan kirab sakral bagi masyarakat Jawa disebabkan berlarut-larutnya konflik internal keraton antara kubu Sinuhun PB XIII dan Dewan Adat.

"Sinuhun meminta kirab memperingati 1 Sura atau tahun baru Hijriah 1435 ditiadakan. Kegiatan peringatan 1 Sura di Keraton Surakarta, ada 5 hal yang harus dilakukan, pertama kirab pusaka, semedi dan shalat hajat, setelah pusaka dikirab dilaksanakan wilujengan atau syukuran, dan diakhiri shalat subuh. Dan sebelum kelima tersebut dilakukan harus ada nawala atau surat perintah dari sinuhun tentang apa saja pusaka yang akan dikirab," papar Tedjo.

Tedjo juga menegaskan, kirab yang digelar oleh kubu Dewan Adat pimpinan GKR Koes Moertiyah dianggap tidak sah dan tidak menaati perintah raja. "Kirab tidak akan bisa dilaksanakan karena kunci penyimpan pusaka ada di pihaknya," kata Tedjo.

Sementara itu, dari pihak Dewan Adat Keraton menyatakan, kirab yang sudah dipersiapkan dari sejak lama tidak bisa begitu saja dibubarkan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengageng Kusumawandawa Keraton Surakarta, KGPH Puger.

"Sayang sekali kalau dibubarkan karena persiapan dan ubo rampe-nya sudah lengkap dan siap 100 persen. Dan pelarangan baru diumumkan beberapa jam sebelumnya. Kami sayangkan sikap seperti itu," kata Puger, yang dikonfirmasi terpisah.

Seperti diketahui, konfilk internal keluarga Keraton Surakarta terus meruncing dan tidak menemukan titik temu. Kubu Dewan Adat menganggap bahwa untuk mengatur dan mengelola adalah melalui Dewan Adat. Di sisi lain, kubu Sinuhun menganggap raja adalah sosok yang mempunyai kedudukan paling tinggi dalam budaya Jawa, termasuk di atas Dewan Adat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
Ular Sanca Meneror Warga di Tengah Reklamasi hingga Naik ke Ekskavator

Ular Sanca Meneror Warga di Tengah Reklamasi hingga Naik ke Ekskavator

Regional
Balita, Ibu Hamil, dan Lansia Dilarang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya Selama Libur Panjang

Balita, Ibu Hamil, dan Lansia Dilarang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya Selama Libur Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X