Kompas.com - 04/11/2013, 11:55 WIB
Alif Kurnia Safitri siswi SMA Hang Tuah 2, Gedangan yang dilindas Honda Jazz oleh APT terbaring di RS Mitra Keluarga Waru ditemani ibunya, Ny Sudiani, Minggu (3/11/2013). SURYA/ANAS MIFTAKHUDINAlif Kurnia Safitri siswi SMA Hang Tuah 2, Gedangan yang dilindas Honda Jazz oleh APT terbaring di RS Mitra Keluarga Waru ditemani ibunya, Ny Sudiani, Minggu (3/11/2013).
EditorKistyarini

SIDOARJO, KOMPAS.com — Hingga Minggu (3/11/2013), APT, putra pejabat polisi yang menabrak belasan siswa SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, belum ditahan. Mobil Honda Jazz L 177 AY yang dikemudikan APT pun belum diamankan.

Kapolsek Gedangan Kompol Kamran membantah tudingan bahwa penanganan kasus ini lamban. Pihaknya sudah bekerja mulai dari datang ke tempat kejadian perkara, ke RS Mitra Keluarga, serta mencari dan memeriksa saksi yang mengetahui kejadian itu. "Yang jelas, kami sudah bekerja maksimal untuk menangani kasus ini," tandas Kamran, Minggu (3/11/2013).

Kenapa APT tidak dijemput di rumahnya saja karena identitasnya sudah diketahui? "Kami sudah membikin surat panggilan untuk mendatangkan APT. Alamat sudah kami kantongi kok," terangnya.

Sesuai dengan jadwal yang ada, penyidik Polsek Gedangan, hari ini, Senin (4/11/2013), akan memeriksa NT, pacar APT, yang kebetulan juga siswi kelas III SMA Hang Tuah 2. "Setelah memeriksa semua saksi, APT akan kami periksa," jelasnya.

Dalam kasus ini, APT bakal dijerat Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun. Bahkan, APT yang selangkah lagi menjadi tersangka dalam kasus penabrakan puluhan siswa di SMA Hang Tuah 2 tidak menutup kemungkinan bakal dijebloskan ke penjara. Pasalnya, tindakan APT dinilai keterlaluan akibat kecerobohannya sehingga Alif ditabrak dan dilindas dengan ban depan dan belakang sebelah kiri.

Ketika hal tersebut ditanyakan ke Kompol Kamran, apakah APT nanti ditahan atas perbuatannya? "Penahanan itu adalah kewenangan dari penyidik. Apakah orang ini layak ditahan atau tidak. Orang ditahan kan dikhawatirkan melarikan diri. Mungkin ada penjamin dari pihak keluarga," ungkapnya.

Kamran saat dicecar Surya bahwa APT itu anaknya seorang pejabat di kepolisian hanya memberi sinyal. "Memang dia (APT) anaknya seorang polisi," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Koordinator Pemerhati Pendidikan Sidoarjo, Muhaimin Kholid, menegaskan, polisi dalam menangani kasus tidak perlu melihat itu anaknya siapa. Sebab, di mata hukum, semua orang kedudukannya sama.

"Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar saja ditahan KPK kok, kenapa ini tidak langsung diperiksa dan ditahan oleh penyidik. Padahal, dia (APT) sudah terbukti sengaja menabrak," tandas Muhaimin Kholid.

Lantas, Muhaimin menjelaskan dengan mengingatkan kasus Novi Amelia yang menabrak tujuh orang akibat pengaruh narkoba di jalan raya yang juga ditahan. Namun, kenapa APT, yang diduga sengaja menabrak puluhan siswa di halaman SMA Hang Tuah 2 Gedangan, tidak cepat ditangani.

"Masak selama 4 hari (kejadian Kamis, 31/10) belum juga menemukan APT, toh dari nopol kendaraan yang dipakai sudah bisa dideteksi," terangnya.

Seperti diberitakan APT, putra pejabat kepolisian, menabrak belasan siswa SMA Hang Tuah 2 Gedangan, Sidoarjo, Kamis (31/11/2013). Seorang siswi kelas X, Alif Kurnia Safitri, harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Waru karena kondisinya kritis. Korban ditabrak dan dilindas dengan ban depan dan belakang kiri. Tangan kanan Alif patah dan tulang ekornya remuk serta pipi bagian kanan penuh luka. (mif)




Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.