400 Aparat Gabungan Siap Amankan Malam Satu Suro

Kompas.com - 03/11/2013, 22:01 WIB
Kirab Grebek Suro Ruwat Agung Nuswantara Majapahit Tahun 1946 Saka yang mengangkat kebesaran Majapahit menarik perhatian warga masyarakat, hari Sabtu (24/11/2012), di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

KOMPAS/ABDUL LATHIFKirab Grebek Suro Ruwat Agung Nuswantara Majapahit Tahun 1946 Saka yang mengangkat kebesaran Majapahit menarik perhatian warga masyarakat, hari Sabtu (24/11/2012), di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Satu Suro merupakan tahun baru dalam penanggalan Jawa. Dimana tahun baru jawa ini mengacu pada penanggalan Islam. Di Yogyakarta, masyarakat akan mengelar upacara tirakatan, kungkum dan ruwatan untuk menyambut hari yang dipandang keramat ini.

Sebanyak 400 petugas gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan perayaan tradisi Jawa yang biasanya terkonsentrasi di wisata pantai dan juga makam-makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul. Petugas gabungan itu terdiri dari anggota Polres Bantul, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Tim SAR dan PMI. Petugas akan ditempatkan di sejumlah lokasi, antara lain wilayah pantai dan makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul.

“Anggota kepolisian akan ditempatkan di sepanjang jalur utama menuju pantai, yakni di Jalan Parangtritis dan obyek wisata,” jelas Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Setyo Heri Purnomo, Minggu (03/11/2013).

Di jalan Parangtritis akan dijaga 200 personel dari kepolisian dan Satuan Lalu Lintas. Personel kepolisian dari kesatuan lainnya akan ditempatkan di sekitar lokasi obyek wisata.

“Khusus wisata pantai nantinya akan ditempatkan petugas dari anggota SAR, BPBD, Polairud Polda DIY ditambah anggota TNI," katanya.

Ia mengungkapkan Satlantas Polres Bantul juga akan menyiapkan kendaraan derek yang siap beroperasi 24 jam selama perayaan malam satu Suro. Hal ini guna mengatasi kemungkinan adanya kendaraan yang mogok dan dapat berpotensi menyebabkan kemacetan.

Sementara itu Kepala Dishub Bantul, Edy Susanto menambahkan, pihaknya akan memfokuskan pengamanan di beberapa jalur alternatif. Pengamanan akan dilakukan bersama dengan kepolisian dan TNI.

"Sebanyak 50 petugas Dishub juga disiapkan untuk pengamanan malam satu suro. Fokusnya ada pada beberapa jalur alternatif," ucapnya.

Selain penempatan personel di tiap titik rawan kemacetan, pihaknya juga akan melakukan mengamanan sistem mobile lintas jalur pariwisata Parangtritis, Depok dan Samas untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X