Ki Dalang Enthus Terpilih Jadi Bupati Tegal

Kompas.com - 03/11/2013, 21:15 WIB
Ki Dalang Enthus Susmono. Tribun JatengKi Dalang Enthus Susmono.
EditorFarid Assifa

SLAWI, KOMPAS.com
— Pasangan Enthus Susmono dan Umi Azizah memenangi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tegal dalam pleno rekapitulasi suara Pilkada Tegal, Minggu (3/11/2013). Jika tak ada hambatan, Enthus yang merupakan dalang tenar ini bakal dilantik bersama pasangannya Umi Azizah pada 8 Januari mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Tegal Sukartono menjelaskan, Enthus dan Umi memenangi Pilkada Tegal dengan memperoleh 233.318 suara, atau sekitar 35,21 persen. Pesaing terberatnya, yaitu pasangan Moh Edi Utomo dan Abasari, hanya memperoleh 223.436 suara atau 33,71 persen.

Hasil ini berbeda dengan quick count yang dipublikasikan KPUD beberapa waktu lalu. Dalam hasil quick count lalu, pasangan nomor 5, Moh Edi utomo dan Abasari, dinyatakan memenangi pilkada dengan perolehan suara sebanyak 48 persen atau 255.416 suara. Dan, di posisi kedua yakni pasangan nomor 4, Enthus Susmono dan Umi Azizah, dengan perolehan suara 28 persen atau 147.584 suara.

Namun, Sukartono enggan berkomentar lebih lanjut mengenai hasil quick count KPU Kabupaten Tegal dan tergesa-gesa meninggalkan Gedung Yaumi Center, Trayeman, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, di mana rekapitulasi hasil penghitungan Pilkada Kabupaten Tegal ini diselenggarakan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor 5 (Edi dan Abasari), Didik Riyanto, menerangkan bahwa dari hasil penghitungan KPUD terdapat ribuan suara yang hilang.

"Teknologi IT tak pernah ada kerusakan, yang ada human error. Dan, kemenangan dalam quick count tak sebesar itu. Di data kami, pasangan calon nomor 5 memperoleh 34 persen dan pasangan calon nomor 4 memperoleh 33 persen," jelasnya.

Sementara untuk hasil penghitungan real, anggota Tim Sukses Pasangan Calon Nomor 5 (Edi dan Abasari), Chamami, menjelaskan bahwa ia menemukan sejumlah bukti atau kejanggalan dalam hasil penghitungan suara pilkada ini. Kejanggalan itu antara lain kualitas kertas C1 tak sama.

"Pada lembar 1 dan lembar 3 ketebalan kertas berbeda. Masak pilkada menggunakan kertas setebal 60 gram," katanya.

Adapun Pilkada Kabupaten Tegal diikuti oleh lima pasangan calon, yaitu:

(1) Rojikin-Budiarto, diusung PDI-P
(2) Himawan-Budi, diusung Partai Demokrat, Gerindra, dan PKPB
(3) Fikri-Kahar, diusung PKS, Hanura, Partai Buruh, dan PKNU
(4) Ki Enthus Susmono-Umi Azizah, diusung PKB
(5) Edi-Abasari, diusung Partai Golkar, PPP, dan PAN



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X