Pria Ini Setubuhi Pacar dengan Dalih Tes Keperawanan

Kompas.com - 03/11/2013, 16:04 WIB
shutterstock Ilustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com — We (19), buruh serabutan di Kota Palembang, dilaporkan kepada polisi lantaran melarikan pacarnya yang masih di bawah umur yang berinisial Ic.

Selama dibawa kabur, Ic yang masih berusia 16 tahun itu mengakui 10 kali disetubuhi We. Belakangan, We berdalih menyetubuhi Ic untuk memeriksa keperawanan pacarnya tersebut.

Warga Jalan Sudirman Km 12 itu mengakui mengenal Ic di daerah Pulo Gadung, Jakarta, sekitar enam bulan lalu. Saat itu, Ic ikut saudara perempuannya ke Ibu Kota. Mereka berkenalan dan bertukar nomor ponsel.

Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat karena We turut ke Palembang saat Ic pulang.


Kali pertama, We mengajak korban melakukan hubungan suami istri saat mereka janjian dan pergi jalan-jalan, Minggu (21/4/2013) pukul 08.00 malam di warung sate Kampung Baru, Suka Karya, Palembang.

Pelaku merayu korban dan mengatakan, hubungannya sangat serius dan ia ingin menikahi korban. Karena takut kehilangan pacarnya, We mengajak korban melakukan hubungan badan.

"Sayang nian sama aku, aku mau bukti, aku mau tahu kamu masih perawan apa tidak," ujar We, kembali menuturkan bujuk rayunya sebelum menyetubuhi Ic, Minggu (3/11/2013).

Sejak saat itu, mereka sering melakukan hubungan suami istri hingga sepuluh kali di kawasan Jalan Talang Jambi, tempat pelaku bekerja sebagai pembantu. Mereka telah berniat untuk menikah.

Namun, We menuturkan belum mampu menikahi Ic karena sedang mengumpulkan uang dari hasil bekerja di rumah majikannya. Dari hasil kerjanya, ia digaji Rp 750.000 per bulan dan ikut mencuci mobil sebagai penghasilan tambahan.

Tetapi, keluarga Ic tidak senang. Karena itulah, We nekat membawa lari pacarnya sampai Kamis (31/10/2013) ia ditangkap keluarga Ic dan diserahkan ke polisi.

Kanit Perlindungan Perempuan Anak Ipda Imelda Rahmat mengatakan, berdasarkan laporan keluarga korban, We bisa dijerat dengan undang-undang perlindungan anak. "Namun, semua masih diproses," tegasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X