Kompas.com - 03/11/2013, 14:09 WIB
Peserta ujian CPNS Honorer K2 didominasi para lansia yang sudah beranak cucu. Selain itu sejumlah istri dan keluarga pejabat juga mengikuti ujian CPNS di yang digelkar serentak mainggu (3/11/2013) di Polewali Mandar dan sulawesi barat. KOMPAS.com/ JunaediPeserta ujian CPNS Honorer K2 didominasi para lansia yang sudah beranak cucu. Selain itu sejumlah istri dan keluarga pejabat juga mengikuti ujian CPNS di yang digelkar serentak mainggu (3/11/2013) di Polewali Mandar dan sulawesi barat.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Sebanyak 2.952 orang menjalani tes CPNS di lima kabupaten di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Peserta didominasi para lansia yang sudah beranak cucu, juga keluarga pejabat.

Pelaksanaan ujian CPNS di 151 ruangan di tujuh sekolah yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan ujian CPNS kategori K2 di Polewali Mandar berlangsung lancar.

Sejumlah panitia pelaksana ujian menyebut ada peserta ujian bahkan sudah berumur 54 tahun saat mengikuti tes CPNS. Artinya, jika peserta bersangkutan lulus ujian CPNS, masa pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil tinggal empat tahun lagi untuk profesi guru, atau dua tahun lagi untuk tenaga teknis sebelum akhirnya dipensiunkan.

Pengamatan Kompas.com, Minggu (3/11/2013), para peserta lansia tersebut tampak kewalahan menjawab soal-soal ujian dan mengisi biodata atau lembar jawaban komputer yang disodorkan. Mereka adalah tenaga honorer yang sudah bekerja bertahun-tahun, tetapi belum lolos menjadi CPNS.

Selain peserta lansia, ujian CPNS itu juga diikuti istri-istri dan keluarga pejabat dan politisi di Polewali Mandar. Sebagian peserta di antaranya bahkan sudah berkali-kali mengikuti ujian tes CPNS serupa, tetapi belum beruntung. Mereka berharap ujian CPNS tahun ini bisa lolos menjadi pegawai negeri sipil.

Panitia Seleksi Tingkat Nasional Sarjito yang memantau jalannya ujian CPNS di sejumlah sekolah di Polewali Mandar menyebutkan, masih ada kekurangpahaman pengawas ujian di lapangan. Salah satunya masih ditemukannya sejumlah ruangan membagikan soal ujian sebelum pukul 09.00 seperti yang dijadwalkan.

Menanggapi banyaknya peserta lansia yang mengikuti tes CPNS, Sarjito memperkirakan hal itu terjadi lantaran pemerintah berupaya mengakomodasi sejumlah honorer yang selama ini belum beruntung menjadi PNS meski sudah mengabdi hingga belasan tahun sebagai tenaga honorer.

Meski panitia pelaksana telah meyediakan ruangan dan kursi ujian, termasuk nomor tes, ratusan peserta di 151 ruangan tidak mengikuti ujian tanpa pemberitahuan kepada panitia. Meja dan kursi yang telah disediakan panitia terpaksa kosong saat ujian tengah berlangsung.

Panitia menduga ketidakhadiran sejumlah peserta ujian CPNS di Polewali Mandar karena banyak kemungkinan. Salah satunya mengikuti tes CPNS di daerah lain yang dianggap peluangnya lebih besar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.