Kompas.com - 01/11/2013, 08:54 WIB
Mobil Kijang Inova Yang Hendak Diselundupkan Ke Timor Leste, Diserahkan Oleh TNI Satuan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas)dari Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY, RI-RDTL ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Untuk Diproses Hukum, SSElasa (22/10/2013) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMobil Kijang Inova Yang Hendak Diselundupkan Ke Timor Leste, Diserahkan Oleh TNI Satuan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas)dari Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY, RI-RDTL ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Untuk Diproses Hukum, SSElasa (22/10/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Ketua Liga Mahasiwa Nasional untuk Demokrasi (LMND) cabang Kefamenanu, Emanuel Lite Tnopo menilai nasib warga eks Timor Timur yang berada di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini masih belum jelas.

“Kondisi terakhir yang kami temukan di lapangan, khususnya di kamp pengungsi Naen, sangatlah mengkawatirkan. Banyak warga yang tidak ada pekerjaan, makanya mereka merantau ke luar daerah," kata Emanuel, Kamis (31/10/2013) kemarin.

"Warga di sana hampir semua petani, tapi mereka tidak ada lahan untuk digarap. Mereka kadang menyewa tanah milik warga lokal untuk pakai tanam dan hasilnya dibagi dua,” sambung Emanuel.

“Satu hal yang paling buruk adalah dari tahun 1999 sampai sekarang, mereka tidak ada sumber mata air untuk dipakai dalam kebutuhan sehari-hari. Mereka harus ambil air di kali yang jaraknya satu kilo dari tempat tinggal mereka,”kata Emanuel lagi.

Selain itu, lanjut Emanuel, banyak anak yang putus sekolah karena tidak mampu membayar uang sekolah. ”Ada dua unit PAUD yang dibentuk, tapi tidak produktif sampai sekarang. Begitu pun juga dengan pengguna jamkesmas yang tidak merata. Ada yang dapat dan ada juga yang tidak dapat,” ungkapnya.

Menurut Emanuel, semuanya itu terungkap, berdasarkan pengakuan dari warga eks Timtim, saat melakukan diskusi dengannya. “Program perjuangan LMND Kefamenanu tahun 2013 adalah advokasi masalah kesejahteraan warga eks tim-tim, sehingga kita akan terus pantau semua perkembangan warga eks Timtim,” ujar dia.

Terkait dengan itu, Emanuel berharap pemerintah memberikan perhatian. Sebab, mereka rela meninggalkan kampung halaman, harta benda hanya karena mereka cinta terhadap negara Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Seingat saya, Pemerintah juga pernah berjanji untuk menjamin kehidupan mereka. jadi saya harap tolong tepati janji itu, karena nasib mereka belum jelas dari dulu sampai saat ini,” tegas Emanuel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X