Diduga Korupsi Biaya Nikah, Kepala KUA di Kediri Ditahan - Kompas.com

Diduga Korupsi Biaya Nikah, Kepala KUA di Kediri Ditahan

Kompas.com - 01/11/2013, 04:53 WIB
KEDIRI, KOMPAS.com — Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur, menahan seorang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam kasus dugaan korupsi biaya pencatatan nikah. Selain menetapkan status tersangka, kejaksaan juga melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Status tersangka itu disematkan kepada Romli, Kepala KUA Kecamatan Kediri Kota sekaligus Petugas Pencatat Nikah (P2N). Tersangka Romli diduga terlibat pungli atas biaya pencatatan nikah di luar ketentuan yang ada selama kurun waktu setahun pada 2012.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri Sundaya mengatakan, dugaan keterlibatan tersangka berupa penerimaan uang sebesar Rp 50.000 dari setiap pernikahan di luar KUA, serta Rp 10.000 tambahan karena jabatannya sebagai Kepala KUA.

"Uangnya memang tidak diterima secara langsung, namun melalui bendahara yang disetor setiap bulannya," kata Sundaya di hadapan para wartawan, Kamis (31/10/2013). Karena perbuatannya itu, kejaksaan menjerat tersangka dengan tiga pasal, yaitu Pasal 11, Pasal 12 huruf e, serta Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


"Karena ketentuan yang dilanggar ancaman hukumannya lebih dari lima tahun, maka penuntut umum melakukan penahanan," Sundaya menambahkan. Saat ini penahanan tersangka Romli dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri hingga selama 20 hari ke depan sembari menunggu jadwal persidangan kasusnya di pengadilan Tipikor di Surabaya.

EditorPalupi Annisa Auliani
Komentar

Terkini Lainnya

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional

Close Ads X