Kompas.com - 31/10/2013, 20:46 WIB
Mobil listrik karya Mahasiswa Universitas Jember, berhasil menjadi Juara Umum I Nasional, saat di Politehnik Negeri Bandung. Tampak Rektor Universitas Jember, Moch Hasan mencoba kendaraan listrik buatan mahasiswanya tersebut, Kamis (31/10/13) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoMobil listrik karya Mahasiswa Universitas Jember, berhasil menjadi Juara Umum I Nasional, saat di Politehnik Negeri Bandung. Tampak Rektor Universitas Jember, Moch Hasan mencoba kendaraan listrik buatan mahasiswanya tersebut, Kamis (31/10/13)
|
EditorFarid Assifa

JEMBER, KOMPAS.com - Tim Mahasiswa Universitas Jember, Jawa Timur yang tergabung dalam “Titen GX-V” menjadi juara umum 1 Kompetisi Mobil Listrik Nasional di Politeknik Negeri Bandung pada 25-27 Oktober. Dari 4 kriteria yang dilombakan, kategori percepatan mobil, pengereman, efisiensi energi, dan kategori kecepatan kendaraan (mobil listrik), Tim ini memiliki catatan dengan nilai yang memuaskan.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semuanya karena telah menjadi juara umum, harapan saya ke depan tim mampu mempertahankan gelar yang sudah diraih," ujar Rektor Universitas Jember, Mohammad Hasan, Kamis (31/10/13).

Ia berharap, ke depan tim Titen GX-harus mampu bersaing di tingkat internasional. “Sehingga prestasi Universitas Jember akan semakin dikenal,” ucap Hasan.

Pembimbing tim Titen GX-V, Satriyo Budi Utomo menjelaskan, mobil listrik tim Unej memiliki nilai efisiensi tenaga yang cukup tinggi. Karena dalam perlombaan 10 Lap (7,5 kilometer) hanya membutuhkan daya 108 Watt. Jauh lebih efisien dari tim lain yang membutuhkan daya sekitar 200 Watt untuk 10 putaran (7,5 kilometer). “Tim kita berhasil melakukan efisiensi cukup signifikan," kata dia.

Selain itu, Desain mobil yang sederhana dan berat mobil yang cukup ringan, membuat mobil listrik milik Tim Titen GX-V Unej, mampu melaju dengan kecepatan maksimal. Berat mobil yang hanya sekitar 140 kilogram dengan power 1.000 Watt, mampu melaju dengan kecepatan 50-60 kilometer/ jam dan mampu menempuh jarak 60 kilometer dengan baterai penuh.

“Tim kita Jauh di atas tim yang lain, yang hanya mampu menempuh jarak kurang lebih 30 kilometer," tandas Satriyo.

Ketika disinggung berapa lama persiapan untuk mengikuti lomba ini, Satriyo menyebutkan, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan. “Persiapan serta kerja keras anak- anak terjawab dengan buah manis. Dari empat kategori yang dilombakan, tim kami meraih 3 gelar. Kategori percepatan dan pengereman meraih juara 1, kategori efiensi tenaga dan kecepatan mendapat juara 2. Namun secara keseluruhan dalam semua kategori, tim kami tampil sebagai juara umum 1," beber Satriyo, bangga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X