Polisi Dalami Motif Lain Penyebaran Foto Bugil Polwan

Kompas.com - 31/10/2013, 17:49 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski motif penyebaran foto bugil Polwan Lampung, Brigadir RS, telah diketahui, penyidik sampai saat ini masih menyelidiki sejumlah pihak yang diduga mengetahui kasus ini. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada motif lain di balik penyebaran foto tersebut.

"Selama masih di tangan dia (tersangka) mungkin tidak masalah. (Jika) suatu saat ketinggalan atau hilang, lalu dibuka seseorang dan juga digunakan untuk menekan meminta duit, meminta duit (tapi) enggak punya di-upload ke media," kata Kapolri Komisaris Jenderal Sutarman di mabes Polri, Kamis (31/10/2013).

Sutarman mengatakan, sampai saat ini status Brigadir RS adalah sebagai korban. Pasalnya, foto yang seharusnya menjadi koleksi pribadinya tersebut diunggah oleh orang lain ke situs jejaring sosial Facebook.

Meski begitu, Sutarman mengungkapkan, jika nanti di dalam pemeriksaan terbukti RS juga melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik anggota Polri, maka Polri tak akan segan untuk mengambil langkah tegas.

"Nanti diperiksa oleh kita. Kalau misalnya sampeyan foto diri sendiri tidak diedarkan, (lalu ponselnya) ketinggalan itu yang menyebarkan pasti salah, yang memotonya pasti kita akan lakukan pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya, Polda Lampung menangkap Bayu Perdana setelah beredar tiga foto bugil mirip sekretaris pribadi Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko, Brigadir RS. Bayu yang merupakan mantan kekasih RS diduga menjadi pelaku penyebaran foto tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui motif penyebaran tersebut adalah sakit hati.

Selain menangkap Bayu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti dua Blackberry milik tersangka dan korban. Tiga buah kartu perdana serta satu unit notebook Acer Aspire One milik tersangka.

Untuk memudahkan proses pemeriksaan, saat ini Bayu yang telah ditetapkan sebagai tersangka ditahan di Rutan Polda Lampung untuk selama 20 hari ke depan.

Sementara itu, akibat perbuatannya Bayu disangka melanggar Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) dan atau ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X