Kompas.com - 31/10/2013, 06:20 WIB
Ilustrasi. Buku Nikah. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanIlustrasi. Buku Nikah.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Persedian surat nikah atau kutipan akta nikah di sejumlah kantor urusan agama (KUA) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menipis. Untuk mengantisipasi kekosongan stok buku nikah itu, KUA di wilayah tersebut saling berkoordinasi.

"Seharusnya jumlah surat nikah harus lebih 10 persen dari kebutuhan," kata Kasie Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Muhamad Jali kepada Kompas.com Rabu (30/10/2013). Dia mengatakan, di Banyuwangi ada 16.000 sampai 17.000 pasangan menikah selama satu tahun.

Dengan data itu, Jali mengatakan, stok buku nikah di Banyuwangi semestinya mencapai 19.000 per tahun. Namun saat ini, sebut dia, tinggal tersedia sekitar 2.000 buku nikah di seluruh Banyuwangi dengan 8.000 pernikahan yang telah terdata per September 2013.

"Dua ribu surat nikah itu pun sisa dari tahun kemarin," kata Jali. Dia menyebutkan stok buku nikah yang sudah menipis antara lain terjadi di Kecamatan Sempu. Solusi yang diambil KUA itu adalah "meminjam" stok buku nikah dari KUA yang berdekatan.

Kekurangan stok itu, kata Jali, sudah dilaporkan ke Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Pengajuan tambahan stok juga sudah dilakukan. "Minggu ini diharapkan sudah datang. Kami mengajukan 8.000 surat nikah," ujar dia.

Jali berharap permintaan stok buku nikah tersebut dipenuhi seluruhnya meskipun dia menyadari kebutuhan buku nikah juga ada di semua wilayah. Sementara itu, beberapa kota di Jawa Timur diketahui memiliki kebutuhan buku nikah yang cukup tinggi, antara lain Surabaya, Jember, Malang kota, dan Jombang.

Solusi "pinjam" stok, lanjut Jali, juga terjadi di tingkat kabupaten ketika sebuah kabupaten kehabisan stok buku nikah. Bila pasokan buku nikah sudah tiba, "pinjaman" itu pun dikembalikan dari kiriman buku nikah yang baru datang. "Tiga bulan yang lalu Bondowoso sempat meminjam surat nikah 500 pasang ke Banyuwangi," ujar dia memberikan contoh kejadian.

Masalah kekurangan stok buku nikah tak hanya melanda Banyuwangi ataupun Jawa Timur. Beberapa waktu lalu dikabarkan pula kekurangan stok buku nikah telah terjadi di Subang, Jawa Barat. Bahkan di wilayah tersebut pasangan yang baru menikah hanya mendapatkan semacam surat keterangan menikah sampai ada kiriman baru buku nikah ke KUA setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.