Sebut Anggota Panwas Gigolo, Calon Anggota DPD Dicari Polisi

Kompas.com - 30/10/2013, 21:45 WIB
Facebook KAREN BLEIER / AFPFacebook
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Tenggara, Titing Suryana Saranani menjadi buronan dalam kasus pencemaran nama baik. Titing masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah mangkir dari panggilan Polda Sulawesi Tenggaran.

Polda Sulawesi Tenggara menetapkan Titing sebagai tersangka dalam pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Titing dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat karena dituding membuat tulisan yang menghina La Ode Rahmat di jejaring sosial Facebook. Dalam Facebook tersebut, Titing menyebut La Ode Rahmat sebagai gigolo.

Namun saat polisi hendak menahan Titing, tersangka diduga melarikan diri. “Sejak awal Oktober, ditetapkan sebagai tersangka. Sesuai jadwal yang kami tentukan pada (29/10/2013) akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Tapi tidak kooperatif menghadiri penggilan. Hari ini, kami melakukan jemput paksa di rumah kediamannya, tapi yang bersangkutan tidak ada di rumahnya," ungkap Kompol Hartono, Kasubdit II Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra, Kamis (30/10/2013). Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi.

"Saat kami tanyakan di rumahnya, orangtuanya mengaku Titing telah berangkat ke Jakarta pada Senin (28/10) kemarin,” lanjut Hartono.

Kendati demikian, Hartono menyatakan, pihaknya akan tetap mencari tersangka. Dia optimistis, bakal bisa menangkap tersangka dalam waktu dekat. “Sampai dimana kemampuannya melarikan diri dan kami yakin dalam waktu dekat pasti kami tangkap. Sebab, kasus seperti ini baru pertama kali terjadi di Sultra dan ini sebagai pembelajaran sosial," tegasnya lagi.

Titing ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi sejumlah bukti yang kuat. termasuk menyita handphonenya. Dalam kasus ini, polisi juga telah meminta pendapat tim ahli bahasa dan ahli ITE.

"Tersangka melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 dan pasal 32 tahun 2008 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," aku Kompol Hartono dengan tegas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, pada September lalu, Titing dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat. Titing dituding melakukan pencemaran nama baik Rahmat di jejaringan sosial dalam group Facebook "Sultra Watch". Dalam Facebook itu, Titing menyebutkan La Ode Rahmat seorang “gigolo”. Merasa dilecehkan, La Ode Rahmat akhirnya mengadu ke kepolisian.

Saat Kompas.com berusaha mengkonfirmasi persoalan itu ke Titing Saranani, telepon selulernya tidak aktif. Selain itu, setelah kasus pencemaran nama baik itu mencuat, postingan pelecehan di grup Facebook tersebut sudah dihapus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X