KPU DIY: Tak Ada Universitas yang Diistimewakan

Kompas.com - 30/10/2013, 18:14 WIB
Para mahasiswa saat melakukan aksi di depan kantor KPU DIY KOMPAS.com/wijaya kusumaPara mahasiswa saat melakukan aksi di depan kantor KPU DIY
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum DIY, Hamdan Kurniawan menegaskan, tidak ada universitas yang diistimewakan atau diberi Tempat Pemilihan Suara (TPS) khusus. Menurutnya, penempatan TPS di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta itu berdasarkan pendataan jumlah mahasiswa. Kata Hamdan, di dua universitas itu, jumlah mahasiswa lebih banyak.

"Tidak penyebutan TPS khusus, semuanya sama. Hanya karena di dua universitas itu terdata jumlahnya paling besar, jadi bukan persoalan diskriminasi," tegas Hamdan saat menemui mahasiswa pengunjuk rasa di depan kantor KPU DIY, Rabu (30/10/2013) sore.

Ia menjelaskan, proses sosialisasi pemilihan umum dan pendataan cukup lama. Jauh-jauh hari, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di setiap universitas terkait hal ini. "Kita sudah memberikan surat dan melakukan pertemuan dengan perwakilan BEM universitas di sini (DIY). Ini sebagai salah satu upaya sosialisasi dan pemerataan pendataan," tandasnya.

Pendataan di setiap universitas dilakukan oleh BEM dan relawan di 13 universitas yang digunakan untuk posko pendaftaran. Data yang didapat dari posko pendaftaran lalu diserahkan ke KPU kabupaten dan terakhir dikumpulkan di KPU DIY. Prosesnya setiap mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di universitas-universitas di DIY harus membuat surat pernyataan dan menyerahkan foto kopi KTP sebagai syarat mendaftar sebagai pemilih. Jika ada mahasiswa yang tidak mendaftar, maka dianggap akan memilih di tempat asalnya.

Hamdan menegaskan, pihaknya siap mengakomodasi tuntutan mahasiswa sepanjang mereka masih aktif. Hak konstitusional mereka tetap terjamin. "Kami akan fasilitasi, kalau bersedia besok jam sepuluh berdialog untuk menindaklanjuti aspirasi," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran di Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran di Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

Regional
Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Regional
Polemik Yel 'Hancurkan Risma', Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Polemik Yel "Hancurkan Risma", Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Regional
Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X