Musim Hujan, Banjir Lahar Dingin Merapi Ancam Warga Jogja

Kompas.com - 30/10/2013, 09:03 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 70 juta meter kubik material sisa erupsi Merapi 2010, kembali mengancam warga DI Yogyakarta dan sekitarnya, pada musim penghujan kali ini. Material yang masih tertahan di Merapi, berisiko terbawa air hujan, dan menimbulkan banjir lahar dingin.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPTTKG) Subandriyo mengatakan, potensi lahar dingin memang masih ada. Namun, hal itu hanya akan terjadi jika terjadi hujan ekstrim dengan curah hujan lebih dari 100 mm selama satu jam.

"Ada perubahan karakteristik material Merapi, di mana material itu tidak mudah terpicu hujan menjadi banjir lahar dingin," ucap Subandriyo, Selasa (29/10/2013) kemarin.

Menurut Subandriyo, hal itu terjadi karena sudah berkurangnya material abu di Merapi. Sehingga, lebih banyak menyisakan material padat meliputi pasir dan batu yang tidak mudah terbawa air hujan.

Hal itu sangat berbeda dengan kondisi Merapi pascaerupsi 2010. Pada awalnya dulu, meterial yang banyak mengandung abu itu sangat mudah terbawa air hujan dan menyebabkan banjir lahar dingin.

BPPTKG mencatatkan, curah hujan 40 mm selama sekitar dua jam saja sudah mengakibatkan banjir lahar dingin dulunya. Namun seiring berjalannya waktu, BPPTKG mulai mendapati adanya perubahan. Bahkan curah hujan diatas 50 mm hingga 100 mm saja tidak mampu menyeret material itu ke sungai.

"Yang perlu diwaspadai, kalau tiba-tiba curah hujannya ekstrim, di atas 100 mm dan membawa material padat berupa pasir dan batu," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengantisipasi potensi banjir lahar dingin, BPPTKG masih memanfaatkan sekitar 20 stasiun pemantauan yang tersebar di 11 sungai yang rawan terjadi banjir lahar dingin. Kesebelas sungai itu antara lain Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Krasak, Kali Putih, Kali Trisik, Kali Senowo, Kali Apu dan Kali Pabelan.

"Peralatan masih bagus, terdiri dari alat pendeteksi getaran, kamera dan pendeteksi curah hujan. Sekarang kami tinggal meningkatkan koordinasi ke pemangku kepentingan dan warga," ucap Subandriyo.

BPPTKG pun terus berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), LSM yang bergerak di bidang kebencanaan dan komunitas masyarakat lainnya.

Sosialisasi kepada masyarakat terkait antisipasi potensi bencana juga terus dilaksanakan. Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar 11 sungai itu. "Sosialisasi harus terus dilakukan, tapi jangan berlebihan dan justru menciptakan ketakutan," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.