Kompas.com - 29/10/2013, 20:47 WIB
Polisi mengamankan seorang mahasiswa Universitas Daruslam (Unidar) Ambon yang berunjuk rasa di depan kampus mereka di kawasan Wara, Air Kuning Kecamatan Sirimau berakhir bentrokan, Selasa (29/10/2013) KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYPolisi mengamankan seorang mahasiswa Universitas Daruslam (Unidar) Ambon yang berunjuk rasa di depan kampus mereka di kawasan Wara, Air Kuning Kecamatan Sirimau berakhir bentrokan, Selasa (29/10/2013)
|
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com — Sejumlah warga di kawasan Wara, Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, ikut bergabung dengan mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) untuk melawan polisi saat bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di kawasan tersebut, Selasa (29/10/2013).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, warga mulai bergabung dengan mahasiswa saat polisi berhasil memukul mundur mahasiswa dari kampus. Warga lalu membantu mahasiswa dengan memblokade jalan masuk kampus tersebut.

Sejumlah warga di kawasan tersebut juga terlibat baku lempar dengan polisi selama beberapa jam di kawasan itu, sebelum akhirnya polisi mampu membubarkan massa dan membongkar blokade jalan.

Sejumlah warga yang enggan namanya dipublikasikan kepada Kompas.com di lokasi kejadian mengatakan, mereka terpaksa membantu mahasiswa karena selama ini mereka telah mengenal dekat mahasiswa.

Mereka juga marah karena pihak kampus dan polisi membiarkan puluhan orang tidak dikenal masuk ke area kampus untuk membubarkan aksi mahasiswa. Menurut warga dan mahasiswa, puluhan orang tidak dikenal tersebut merupakan preman suruhan rektor Unidar, Ibrahim Ohorela.

"Polisi terlalu arogan, mengapa para preman dibiarkan dan mahasiswa diperlakukan kasar, seharusnya polisi mengamankan preman-preman itu," kata seorang warga.

Puluhan orang tidak dikenal ini tampak memakai anting di telinga dan tercium bau minuman keras saat mereka berada di kampus tersebut. Mahasiswa sendiri sebelumnya telah meminta kepada polisi agar dapat mengamankan puluhan orang tidak dikenal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam bentrokan itu, sejumlah warga juga mengeluh mata mereka pedih dan sulit bernapas setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa. Bentrokan ini sendiri mengakibatkan lebih dari sepuluh mahasiswa menderita luka-luka akibat terkena pukulan polisi. Selain itu, lima mahasiswa juga pingsan setelah menghirup gas air mata.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.