Tunda Demo, Buruh Kaltim Beri Waktu Gubernur untuk Berpikir

Kompas.com - 28/10/2013, 21:18 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Perkayuan, Perhutanan, dan Umum Seluruh Indonesia (FSP KAHUTINDO) Kalimantan Timur menunda aksi unjuk rasa tuntutan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Kaltim sebesar 50 persen. Padahal ada sekitar 5.000 buruh di Samarinda yang akan menggelar demo di depan kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda pada 28 Oktober 2013 ini.

Ketua Federasi Serikat Pekerja KAHUTINDO Kaltim, Rulita Wijayaningdyah menyatakan, pihaknya menunda aksi demo untuk memberikan kesempatan kepada Gubernur menetapkan UMP tanpa tekanan sesuai dengan fungsi dan kewenangan seorang gubernur. Awang Faroek Ishak diberi waktu hingga 1 November untuk memutuskan UMP.

“Selama setahun belakangan ini ada stigma yang berkembang bahwa Gubernur menetapkan UMP/UMK tinggi karena didemo pekerja. Kami mau lihat, apakah Gubernur betul-betul memiliki keberpihakan kepada pekerja dan menetapkan upah minimum naik 50 persen dari tahun lalu. Sesuai dengan usulan Kahutindo tanpa perlu kami luruk,” terangnya, Senin (28/10/28).

Jika, ternyata Gubernur tidak ada keberpihakan kepada pekerja dan ternyata upah hanya dengan mempertimbangkan usulan pengusaha, kata Rulita, maka pihaknya memastikan akan berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar.

“Selama ini pemerintah dalam menetapkan upah minimum selalu berpihak pada kemauan pengusaha, dengan didukung oleh aparat pemerintah yang duduk dalam dewan pengupahan. Usulan akhir unsur pemerintah di Depeprov (Dewan Pengupahan Provinsi) hampir selalu sama dengan usulan pengusaha. Mana keberpihakan untuk kami,” tegasnya.

Bahkan, tahun lalu pemerintah hanya mengusulkan UMP Rp 1.400.000. Baru setelah menerima masukan rasional dari serikat pekerja secara langsung, melalui demo ribuan perwakilan anggota Kahutindo, barulah Gubernur Kaltim menetapkan upah dengan lebih berpihak pada pekerja, yaitu Rp 1.752.073 setara dengan kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja lajang.

“Kenaikannya memang cukup tinggi, tetapi itu terjadi karena selama puluhan tahun UMP di Kaltim jauh di bawah KHL pekerja lajang, rata-rata 70-80 persen,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, pihaknya masih yakin bahwa Gubernur Kaltim yang mereka dukung dalam Pilgub bulan lalu, akan bersikap bijaksana dan berpihak pada kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

“Usulan Rp 1.886.315 oleh pengusaha dan unsur pemerintah adalah jauh dari layak serta atas dasar yang tidak aktual. Demo besar-besaran akan segera kami realisasikan jika kesejahteraan pekerja hanya sekedar lip service saja dari gubernur dengan menetapkan upah minimum yang jauh dari layak bagi pekerja dan keluarganya,” terangnya.

Diketahui beberapa hari yang lalu, rapat pleno Dewan Pengupahan Provinsi (Depeprop) Kaltim pada hari Kamis (24/10/2013) lalu dengan agenda pembahasan UMP, tidak mencapai kesepakatan usulan nilai UMP. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan pemerintah mengusulkan UMP Rp 1.886.315 (7,6 persen dari UMP 2013) dengan alasan sesuai dengan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) terendah di Kaltim, yaitu di Samarinda.

Dari unsur serikat pekerja usulan nilai pun beragam, SPSI mengusulkan Rp 1.927.280, SP Kep Rp 2.167.000, KSBSI Rp 2.275.274, dan tertinggi FSP KAHUTINDO Rp 2.800.000, setara dengan KHL tertinggi di Kaltim.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.