Kompas.com - 28/10/2013, 14:16 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Satuan Reskrim Polrestabes Bandung mengungkap komplotan penjual mobil mewah dengan surat tanda kendaraan bermotor (STNK) dan buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) palsu alias bodong.

Dari tujuh orang anggota komplotan, empat tersangka telah dibekuk. Mereka adalah Topan Sudaryanto, Asep Ubad, RM Solahudin, dan Eep Cahyana. Sementara tiga tersangka lainnya, yaitu Gepeng, Kohi, dan Bewok, masih dalam pengejaran.

"Mereka telah beroperasi selama satu tahun ke belakang," kata Wakil Kepala Polrestabes Bandung AKBP Awal Chairudin, di Bandung, Senin (28/10/2013).

Awal menambahkan, modus operandi yang dilakukan komplotan ini adalah menyewa mobil di perusahaan persewaan mobil. Namun, kata Awal, mobil tersebut tidak dikembalikan alias dicuri.

Setelah mobil tersebut sudah ada di dalam genggaman, surat-suratnya kemudian dipalsukan. Tak hanya menyewa di perusahaan persewaan, terkadang para tersangka juga kerap membuat STNK dan BPKB palsu untuk kendaraan lainnya dengan cara membeli mobil curian, mobil yang digadaikan, ataupun kendaraan leasing yang tidak dilunasi.

Lebih lanjut Awal menceritakan, gerak-gerik sindikat penjual dan pemalsu surat kendaraan ini diketahui ketika salah satu korban merasa curiga dengan surat-surat kendaraan Daihatsu Xenia tahun 2006 bernomor polisi D 8711 RB yang dibelinya.

"Setelah korban melapor, kami langsung melakukan penyelidikan. Kami berhasil menangkap Topan dan Eep," sambungnya.

Berdasarkan pengembangan penyelidikan, polisi akhirnya mampu membongkar anggota sindikat lainnya, yaitu Asep, yang bertugas sebagai penyalur kendaraan curian alias bodong. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sembilan kendaraan roda empat berbagai merek lengkap dengan surat-surat palsunya.

"Kami imbau kepada masyarakat agar saat membeli kendaraan masyarakat harus aktif mengecek kendaraan beserta suratnya ke Samsat, semuanya gratis," tegasnya.

Akibat ulah mereka, keempat tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara karena dianggap telah melanggar Pasal 263 KUH Pidana tentang Pemalsuan dan Pasal 378 KUH Pidana tentang Penipuan dan Penggelapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.