Kompas.com - 28/10/2013, 13:18 WIB
Lapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Depan Pasar Sabtuan Jember Jawa Timur, saat digusur, Senin (28/10/13) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoLapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Depan Pasar Sabtuan Jember Jawa Timur, saat digusur, Senin (28/10/13)
|
EditorGlori K. Wadrianto
JEMBER, KOMPAS.com - Eksekusi lapak pedagang kaki lima (PKL) di depan Pasar Sabtuan, Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Tegal Besar, Jember, Jawa Timur, berlangsung ricuh, Senin (28/10/2013). Para pedagang melawan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta sejumlah orang bayaran, saat lapak mereka dibongkar paksa.

"Saya akan melawan jika lapak saya digusur," teriak salah satu pedagang. Para PKL tersebut menempati tanan milik Dinas Peternakan, Perikanan, Dan Kelautan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebelum dieksekusi, petugas sempat melakukan negoisasi. Namun, karena menemui jalan buntu, akhirnya petugas melakukan pembongkaran pasa atas lapak tersebut. "Kami sangat menyesalkan pembongkaran tersebut, sebab banyak orang bayaran yang melakukan itu," kata Juriyanto, pedagang lainnya.

Saat dibongkar, sejumlah pedagang perempuan berteriak histeris dan menghalangi petugas. "Kalau pejabat korupsi dibiarkan, tetapi kalau rakyat kecil langsung diperlakukan seperti ini. Kalian beraninya sama rakyat kecil," ejek salah satu pedagang.

Meski terus memohon untuk tidak dibongkar paksa, namun sejumlah orang bayaran langsung menggusur lapak milik para pedagang.

Kepala bidang Operasional Penegakan Perda, Meidy Susanto mengatakan, Satpol PP Provinsi Jawa Timur, membenarkan jika pihaknya meminta bantuan pihak ketiga, saat pembongkaran lapak milik para PKL di depan Pasar Sabtuan.

“Kita memang meminta bantuan kepada pihak ketiga dari teman- teman pekerja. Kalau Satpol PP yang membongkar pasti tidak akan karu- karuan, karena kami tidak tahu struktur bangunan,” kata Meidy.

Meidy menambahkan, sebenarnya Pemprov sudah memberi peringatan sejak Tahun 2007 lalu, namun tidak ada respon. Sehingga seminggu lalu, Pemprov kembali berkirim surat kepada pedagang, agar memindah lapak mere.

“Rencananya asset milik Pemprov ini akan dibangun tempat pembibitan model makanan ternak,” katanya.

Pantauan Kompas.com di lapangan, selain Personil Satpol PP, sejumlah Personel Kepolisian Resor Jember, serta TNI juga diterjunkan, untuk membantu proses pengamanan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X