Warga Kupang "Eksodus" ke Timor Leste karena...

Kompas.com - 28/10/2013, 07:03 WIB
Terlihat Anggota TNI dan UPF Timor Leste, Sementara Melakukan Patroli Bersama di Wilayah Zona Netral Antara Leolbatan (Timor Leste) dan Nelu (Indonesia), Rabu (23/10/2013) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereTerlihat Anggota TNI dan UPF Timor Leste, Sementara Melakukan Patroli Bersama di Wilayah Zona Netral Antara Leolbatan (Timor Leste) dan Nelu (Indonesia), Rabu (23/10/2013)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KUPANG, KOMPAS.com — Sekitar 20 kepala keluarga yang selama ini menetap di zona netral, sedikit masuk ke wilayah Desa Naktuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memilih menjadi warga Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Akses transportasi dan infrastruktur penunjang kehidupan warga di RDTL lebih maju daripada di Indonesia, menjadi alasannya.

“Di perbatasan Kupang dan Distrik Oekusi Timor Leste itu, wilayah Timor Leste malah lebih maju. Baru-baru ini mereka sudah meresmikan pelabuhan laut internasional, sementara di pihak kita, transportasinya sudah susah, kemudian di daerah Amfoang Timur itu komunikasi selalu kena roaming telepon selulernya Timor Leste yang mendominasi,” jelas Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, kepada Kompas.com, Minggu (27/10/2013) malam.

Menurut Ayub, dia sudah berulang kali mengusulkan kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk membangun jalan poros tengah di wilayah itu. Namun hingga kini, ujar dia, belum juga ada tanggapan yang positif.

Sebelumnya diberitakan puluhan warga Desa Naktuka, Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang memilih menjadi warga negara Timor Leste. Ayub mengonfirmasi kabar tersebut. "Mereka itu asal-usulnya adalah orang kita, yang sebagian dari Kabupaten Kupang dan sebagiannya lagi dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Namun karena selama ini mereka tinggal di zona bebas sehingga belum bisa menentukan negara mana yang akan mereka pilih,” jelas Ayub.

“Pada 2009 lalu, waktu saya bertemu mereka, saya anggap mereka itu masih bebas dengan posisi tidak memilih Indonesia maupun Timor Leste,” lanjut Ayub. Selain masalah infrastruktur, sebelumnya dia pun menengarai keputusan warga bergabung ke Timor Leste itu terkait dengan sengketa batas negara yang berlarut. “Sebenarnya menurut kita, warga tersebut berada di wilayah kita yakni di sungai besar, namun karena penyelesaian batas wilayah yang berkepanjangan sehingga mereka keburu masuk Timor Leste,” ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Regional
Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Regional
Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Regional
Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Regional
Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Regional
Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Nias dan Gunungsitoli, Sumatera Utara

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Nias dan Gunungsitoli, Sumatera Utara

Regional
Bupati Luwu Utara Tekankan New Normal Bukan Pelonggaran Protokol Kesehatan

Bupati Luwu Utara Tekankan New Normal Bukan Pelonggaran Protokol Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X