Kompolnas: TIndakan Asusila Polisi Gorontalo Sulit Dibuktikan

Kompas.com - 27/10/2013, 21:22 WIB
Ilustrasi pemerkosaan. Ilustrasi pemerkosaan.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

GORONTALO, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh sembilan oknum polisi terhadap IU (16), seorang siswi SMA di Gorontalo sulit dibuktikan.

Pasalnya, sejauh ini tidak ada laporan resmi yang menyebut korban menerima ancaman maupun tindak kekerasan dari para pelaku. Hal ini diungkapkan Komisioner Kompolnas Hamida Abdurrahman, di sela-sela kunjungannya di kediaman orangtua korban di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Minggu (27/10/13) sore tadi.

Hamida adalah satu di antara tiga anggota tim yang diutus kompolnas untuk melakukan pemantauan lapangan terkait kasus ini. Selain Hamida, turut serta sebagai anggota tim adalah Kombespol Tedra Megayanto Putra dan Jumiyanti Rahayu.

Hamida menyebut, pihaknya menerima dua versi laporan berbeda terkait kasus ini. Satu laporan dibuat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, sementara laporan lain dibuat berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat Polda Gorontalo.

Menurutnya, dalam BAP versi Polda, tidak ditemukan laporan kekerasan maupun ancaman terhadap korban. Hal yang sangat berbeda tercantum dalam laporan LPSK.

"Kami menemukan perbedaan yang sangat signifikan antara laporan LPSK dan BAP milik Polda," ujar Hamida.

Hamida melanjutkan pihaknya akan melakukan sinkronisasi terkait perbedaan tersebut. Senin besok (28/10/13) Kompolnas berencana mengunjungi Mapolda Gorontalo untuk memeriksa keterangan dari kepolisian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga akan meminta keterangan dari pihak-pihak lain yang selama ini melakukan pendampingan terhadap korban," kata Hamida.

Sebelumnya dilaporkan, IU merupakan korban pencabulan disertai penyekapan dan pengancaman yang dilakukan oleh 13 orang secara bergantian. Ke-13 orang tersebut terdiri dari sembilan oknum polisi, tiga sekuriti dan seorang pegawai bank.

Empat nama telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Satu di antaranya adalah IM, seorang polisi berpangkat bintara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X