Cium Korupsi Tambang, ICW Laporkan Eks Wali Kota Samarinda ke KPK

Kompas.com - 25/10/2013, 20:19 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Wali Kota Samarinda berinisial AA dan mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Samarinda, RAR, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan ICW masuk ke catatan KPK tanggal 5 Mei 2013 lalu dengan nomor agenda 2013-06-000067 dan nomor informasi 61139. Laporan tersebut diterima dan ditandatangani oleh salah satu staf KPK yang bernama Sugeng Basuki.

Hal itu diuungkapkan oleh staf Divisi Investigasi dan Publikasi ICW, Lais Abid, kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2013). Menurut Lais, AA dan RAR diduga melakukan kejahatan korporasi saat memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke perusahaan Graha Benua Etam (GBE). Laporan tersebut dilengkapi sejumlah bukti berupa dua lembar cek dengan nilai masing-masing Rp 2 miliar yang ditandatangani pihak GBE RAR.

“Sejak beberapa waktu lalu, kami sudah melaporkan AA dan RAR ke KPK. Kami berharap kasus ini ditindaklanjuti oleh KPK. Pasalnya, dari investigasi yang kami lakukan, ada keterkaitan dengan mantan Wali Kota Samarinda,” terangnya saat menghadiri diskusi media dan ICW di kantor LKBN Antara, Jumat (25/10/2013).

Pihaknya, lanjut Lais, telah bekerja sama dengan non-government organization (NGO) lokal untuk melakukan investigasi tersebut. Tak disangka, berdasarkan sejumlah petunjuk dari hasil investigasi dokumen dan wawancara ke sejumlah orang, ada indikasi bahwa jika wali kota saat itu juga mendapat kucuran gratifikasi.

“Awalnya, ICW menemukan bukti cek yang diberikan pimpinan GBE kepada RAR. Cek tersebut kemudian ditelusuri dan ditemukan adanya dugaan gratifikasi,” bebernya.

Selain itu, lanjut Lais, dugaan gratifikasi itu dilakukan pada tahun 2009 menjelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur dan AA ikut mencalonkan diri. Dana tersebut digunakan untuk dana kampanye Pilgub Kaltim 2009 juga menguat.

“Di cek tersebut memang hanya tertulis untuk RAR dengan keterangan uang muka pemberian izin tambang. Namun, setelah ditelusuri, ada dugaan keterlibatan AA. Mudah-mudahan KPK segera memproses laporan kami,” ucap Lais.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X