Kompas.com - 24/10/2013, 18:59 WIB
|
EditorFarid Assifa

MOROTAI, KOMPAS.com – Sikap pendemo yang menyegel perkantoran pemerintah di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mulai luluh. Satu per satu perkantoran yang disegel akhirnya dibuka.

Sebelumnya, pendemo membuka segel kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morotai, dan Kamis (24/10/2013) ini, pendemo melepas segel kantor bupati. Pembukaan segel dilakukan koordinator aksi, Irwan Soleman bersama sejumlah rekannya didampingi Asisten I Setda Pulau Morotai Daniel Andea, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Lukman Bajak, Kabag Humas dan Protokoler Mufti Siruang serta beberapa pejabat lainnya. Segel berupa bendera merah putih sepanjang 100 meter itu akhirnya terlepas.

Irwan menyatakan, pembukaan segel kantor Bupati ini adalah demi menghargai agenda negara di Morotai, yakni seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) yang akan digelar pada 3 November 2013. Dan, belakangan ini, Pemkab Pulau Morotai memang disibukkan dengan persiapan pelaksanaan seleksi CPNSD.

Meski segel dibuka, pendemo masih tetap mendesak Polda Maluku Utara agar segera menghentikan penyidikan terhadap Bupati Morotai, Rusli Sibua dan Wakilnya, Wenny R Paraisu.

“Kami tetap komitmen bahwa masyarakat Morotai patuh pada ketentuan hukum yang berlaku. Tapi kami menyesalkan belum ada hasil valid terkait gelar perkara Mabes Polri untuk mengungkap pelanggaran PT MMC, tapi pihak Polda sudah keluarkan surat panggilan terhadap Bupati Morotai,” tegas Irwan Soleman, seusai membuka segel kantor kantor Bupati Pulau Morotai.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, setelah kantor bupati dibuka, sebagian pegawai masuk kerja. Namun sebagian lagi masih absen karena tak mengetahui kabar pembukaan segel kantor pusat pemerintah Morotai ini.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, banyak pegawai malah pulang ke kampung halamannya pasca-penyegelan kantor bupati. Rata-rata pegawai ini banyak yang pulang ke Ternate. “Ada teman-teman yang pulang di Ternate belum balik,” ujar Serly, salah seorang staf di kantor Bupati.

Kantor DPRD masih disegel

Pembukaan segel kantor pemerintah ternyata tidak berlaku untuk gedung DPRD Pulau Morotai. Pendemo menegaskan belum akan membuka segel kantor DPRD sebelum anggota dewan memberi penjelasan tentang penyelesaian kasus penutupan PT MMC yang menjadikan Bupati dan Wakil Bupati Morotai sebagai tersangka.

“Untuk DPRD, Sekwan memang sudah berkoordinasi dengan kita, namun kami belum bisa membuka segel sampai anggota DPRD menjelaskan kepada kami sejauhmana penyelesaian kasus ini sampai terjadi begini,” tegas Irwan.

Irwan justru minta DPRD Morotai bertanggungjawab atas persolan ini karena dia menilai DPRD sebagai biang kerok terjadinya penutupan PT MMC melalui paripurna persetujuan terhadap kebijakan bupati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.