Kompolnas: Polda Gorontalo Jangan Sudutkan Korban Perkosaan

Kompas.com - 23/10/2013, 22:58 WIB
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman kompas.com/dani prabowoAnggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai, kasus perkosaan terhadap IU (16), seorang siswi kelas 2 SMA di Gorontalo, yang diduga dilakukan oleh sembilan oknum polisi, merupakan persoalan serius yang harus cepat diselesaikan. Selain itu, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polda Gorontalo yang menangani kasus ini diharapkan dapat memberikan rasa empati terhadap saksi korban.

“Kompolnas meminta agar penyidik tidak memaksa memeriksa korban pemerkosaan kecuali yang bersangkutan sudah siap secara psikis,” tegas anggota Kompolnas, Hamidah Abdurrahman melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2013).

Seperti diketahui, ketika memeriksa saksi korban, penyidik sempat menanyakan hal mendetail terkait tindakan pemerkosaan yang dialami korban. Tak ayal, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penyidik tersebut membuat korban shock dan akhirnya jatuh pingsan.

“Seharusnya penyidik dapat berempati, bukan malah justru menyudutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat korban semakin traumatis,” ujarnya.

Kompolnas, kata Hamidah, berharap agar pada saat pemeriksaan oleh penyidik UPPA Polda Gorontalo, saksi korban tak hanya didampingi oleh pihak keluarga saja, tetapi juga harus ada pendampingan dari relawan dan psikolog. Bahkan, jika diperlukan sebaiknya juga ada pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (BAPAS). Tujuannya tentu saja agar korban dapat lebih tenang ketika menghadapi penyidik. Pasalnya, selain lantaran masih tergolong anak di bawah umur, korban juga masih mengalami shock.

Sebelumnya diberitakan orangtua IU melaporkan kejadian pemerkosaan yang menimpa anak mereka. IU yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA diperkosa oleh sembilan polisi sejak bulan Juli-Oktober 2013. Menurut laporan tersebut, salah seorang oknum bahkan memerkosa korban di sebuah kantor polsek di Gorontalo.

Polda Gorontalo sendiri membantah laporan ini. Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio, jumlah oknum polisi yang diduga mencabuli korban bukan 9 orang, melainkan 2 orang. Para pelaku menurut Lisma bukan hanya oknum polisi, tapi juga satpam dan masyarakat umum. Hingga saat ini, polda belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.