Kompas.com - 23/10/2013, 20:59 WIB
Nano (37) ayah Sandi Septiono (7) penderita tumor mata saat menerima bantuan dari pembaca Kompas.com di ruang perawatan anak lantai 2 RSUP Dr Kariadi Semarang, Rabu (23/10/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMINano (37) ayah Sandi Septiono (7) penderita tumor mata saat menerima bantuan dari pembaca Kompas.com di ruang perawatan anak lantai 2 RSUP Dr Kariadi Semarang, Rabu (23/10/2013)
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Nano (37), tidak berhenti mengucapkan terima kasih ketika menerima amplop berisi uang bantuan dari pembaca Kompas.com untuk putranya, Sandi Septiono (7) yang menderita tumor mata.

Bantuan sebesar Rp 2.050.000 diterimanya di ruang perawatan anak lantai 2 RSUP Dr Kariadi Semarang, Rabu (23/10/2013). Bantuan ini merupakan yang kedua dari pembaca Kompas.com.

"Bagaimana saya harus membalas, terima kasih, banyak sekali orang yang baik sama saya," tuturnya dengan mata berkaca.

Sandi terlihat hanya bisa terbaring. Sesekali, Khorisa (34) menggendongnya, bila dia rewel atau merasa bosan di tempat tidur. Bocah kecil itu masih terus rewel saat merasa mata kirinya panas dan sakit.

Seperti diberitakan, Sandi menderita tumor ganas pada kedua matanya sejak dua tahun lalu. Saat ini kondisinya makin parah. Kedua bola matanya menonjol keluar dan bocah kecil ini sudah kehilangan penglihatannya.

Beberapa waktu lalu, Sandi sudah menjalani operasi pengangkatan tumor di mata kanan. Sedang mata kiri masih membengkak dan rencananya akan dilakukan kemoterapi.

Nano mengatakan, berdasarkan keterangan dokter, putra keduanya itu sudah diperbolehkan pulang. Namun masih harus melakukan kontrol rutin dan melakukan kemoterapi untuk mata kiri seminggu sekali.

"Saya bingung, kalau harus pulang Brebes dan bolak-balik ke Semarang susah, perjalanan jauh. Kalau di sini tinggal di mana,"katanya.

Pasangan Nano-Khorisa merupakan warga Desa Banjaratma, Bulakamba, Kabupaten Brebes. Ia dan istrinya sudah tinggal lebih dari 40 hari di rumah sakit untuk merawat Sandi.

"Ya kondisi Sandi seperti ini, badannya terus mengecil. Tapi kalau memang sudah bisa dirawat jalan ya bagaimana lagi, saya hanya berharap Sandi bisa sembuh," katanya.

Ia sendiri pun mengaku belum memiliki rencana jika sudah harus keluar dari rumah sakit, apakah mencari tempat tinggal di Semarang atau pulang ke Brebes.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X