Warga Temukan Anak Buaya di Gudang Mebel

Kompas.com - 23/10/2013, 15:32 WIB
Anak buaya yang ditemukan di gudang meubel Rama furniture Banyuwangi KOMPAS.com / IRA RACHMAWATIAnak buaya yang ditemukan di gudang meubel Rama furniture Banyuwangi
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, heboh karena salah satu warganya menemukan anak buaya di dalam gudang mebel Rama Furniture di Jalan Gunung Srawet 15A, Banyuwangi.

Azis, salah satu pegawai gudang mebel, Rabu (23/10/2013), menjelaskan, sekitar pukul 11.00 siang, ia sedang mengantar calon pembeli untuk melihat mebel pesanan di dalam gudang.

"Ketika saya mengangkat kursi, ada sesuatu yang bergerak cepat. Saya pikir itu tikus karena bergeraknya cepat. Ketika saya perhatikan ternyata itu buaya," kata Azis. Dia langsung meminta bantuan rekan kerjanya untuk menangkap anak buaya itu.

Sementara itu, Subari, pemilik gudang, mengaku heran. "Padahal gudang ini jauh dari sungai dan rawa-rawa. Sekitar sini semuanya permukiman penduduk," ungkapnya.


"Saya sendiri tidak tahu apakah buaya ini buaya liar atau buaya peliharaan orang lain. Sepengetahuan saya di sekitar sini enggak ada warga yang pelihara buaya," sambung Subari.

Subari mengaku masih belum tahu apakah buaya tersebut akan dipelihara atau diserahkan kepada pihak lain. "Sementara ini, anak buaya yang panjangnya 75 sentimeter itu sudah kami letakkan di dalam drum besar agar tidak berbahaya," ujar Subari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X