Kompas.com - 23/10/2013, 14:51 WIB
AS (43) seorang dukun cabul yang memerkosa salah satu pasiennya saat digiring petugas Polres Pulau Ambon ke ruang tahanan, Rabu (23/10/2013) KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYAS (43) seorang dukun cabul yang memerkosa salah satu pasiennya saat digiring petugas Polres Pulau Ambon ke ruang tahanan, Rabu (23/10/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (23/10/2013) membekuk AS (43), seorang dukun cabul di Kawasan Ongkoliong, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.

AR ditangkap karena dituduh memerkosa KR, gadis berusia 27 tahun, yang merupakan pasiennya sendiri. AS diciduk saat sedang bersama dua orang rekannya di kawasan tersebut.

Tanpa perlawanan, lelaki itu langsung digelandang ke Mapolres Pulau Ambon untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Agung Tribawanto mengatakan, AS ditangkap setelah yang bersangkutan memerkosa salah satu pasiennya di kamar kos miliknya di kawasan Ongkoliong.

Saat itu, korban yang menderita penyakit maag mendatangi pelaku pada Minggu (20/10/2013) untuk berobat. Namun bukan diobati, korban malah diperkosa. “Tersangka menyuruh korban membuka pakaian dan dia langsung melakukan hal-hal yang di luar dugaan kemudian memperkosanya, ini laporan dari korban,” kata Agung.

Menurut Agung, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku baru melancarkan aksinya selama satu kali, dan belum ada laporan dari warga lainnya atas perbuatan pelaku yang tidak senonoh, seperti yang dilaporkan KR.

“Dari hasil penyelidikan pelaku baru melakukan aksinya sekali, karena memang belum ada laporan dari warga lain. Yang jelas kita masih terus mendalami kasus ini,” ujarnya.

Sementara, korban mengaku sebelum diperkosa sempat diancam akan dibunuh oleh pelaku. ”Sebelum memerkosa, dia sempat mengancam saya untuk dibunuh jika tidak menuruti keinginannya,” ujar KR.

Pantauan di Mapolres Ambon, hingga kini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan. Jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.