Kompas.com - 22/10/2013, 19:44 WIB
EditorKistyarini
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha persewaan kendaraan di Yogyakarta ikut meraup berkah atas pernikahan puteri Keraton Yogyakarta GKR Hayu dengan KPH Notonegoro. Hampir semua mobil mewah di rental-rental mobil di Yogyakarta habis disewa tamu yang akan menghadiri Pawiwahan Ageng (pernikahan agung) tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Persewaan Kendaraan Yogyakarta, Nanang Tri Widyatmoko mengatakan, hingga Rabu (23/10/2013), semua mobil mewah yang disewakan rental habis dipesan.

"Semua mobil mewah seperti Toyota All New Camry dan Toyota Alphard habis dipesan. Susah sekarang kalau mau sewa mobil mewah di Yogyakarta untuk tiga hari ini," ucap Nanang dihubungi Tribun Jogja, Senin (21/10/2013).

Menurut Nanang, mobil-mobil mewah disewa untuk para tamu undangan pernikahan puteri Raja Keraton Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. "Kebanyakan dari pemerintahan dan kedubes," terang Nanang.

Meski permintaan meningkat, pengusaha persewaan kendaraan di Yogyakarta tak menaikkan tarif. Tarif sewa mobil murah dipatok sama dengan hari normal. Nanang mencontohkan, tarif sewa All New Camry per hari rata-rata Rp 1,5 juta. "Kalau Alphard sewa per harinya antara Rp 3 juta-Rp 3,5 juta," ucapnya.

Nanang mengatakan pernikahan Puteri Keraton memang selalu membawa berkah bagi pengusaha persewaan kendaraan di Yogyakarta. "Dulu waktu nikahan Jeng Reni mobil mewah juga habis disewa," ucapnya.

Meningkatnya permintaan sewa mobil mewah juga kata Nanang sempat naik saat Presiden SBY berkunjung ke Yogyakarta akhir pekan kemarin. "Mulai pekan kemarin juga sudah banyak yang menyewa mobil mewah," ucapnya.

Naik 10 Persen

Prosesi Pawiwahan Ageng Kraton Yogyakarta menurut Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Deddy Pranowo Eryono, diprediksi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Yogyakarta hingga 10 persen dibanding hari normal.

Menurut Deddy, prosesi pernikahan yang sarat adat dan budaya ini dipastikan bakal jadi daya tarik pariwisata Yogyakarta. Kata dia selain wisatawan domestik, wisatawan asing dari beberapa negara dipastikan akan banyak yang datang dan menyaksikan secara langsung.

"Paling banyak peminatnya biasanya wisatawan Belanda, mungkin karena ada hubungan historis. Selain itu, kata Deddy, BP2KY juga sudah mempromosikan event tersebut ke Thailand, Malaysia, Singapura dan event tourism promotion organizer (TPO) di Korea Selatan. (evn)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.