Perusahaan Tak Bayar Fidusia, Negara Rugi Miliaran Rupiah

Kompas.com - 22/10/2013, 19:39 WIB
|
EditorFarid Assifa
BENGKULU, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pelayanan Umum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Provinsi Bengkulu, Nelly Sinarti mensinyalir negara mengalami kerugian miliaran rupiah akibat tidak patuhnya beberapa perusahaan mobil dan motor dalam membayar jaminan fidusia kendaraan atau mesin.

Nelly menjelaskan, berdasarkan data Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu, sejak 2011 hanya 3.738 pendaftaran fidusia mobil dan motor yang masuk ke Kanwil Hukum dan HAM. Lalu pada 2012 angka tersebut naik menjadi 5.508 unit, sedangkan untuk 2013 baru tercatat 1.732 unit.

Menurutnya, dalam setiap transaksi kredit motor, mobil, alat kesehatan serta alat berat, perusahaan wajib membayarkan fidusia yang merupakan Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) ke kantor Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran dilakukan secara online dan dibayarkan ke rekening negara.

Sejauh ini, kata Nelly, kewajiban pembayaran fidusia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia masih bukan menjadi kesadaran bagi pelaku usaha kendaraan dan mesin. Adapun besaran pembayaran fidusia yang diatur negara yakni bila harga barang di bawah Rp 50 juta, maka fidusia yang wajib dibayar Rp 25.000 per unit.

Untuk mobil dengan harga Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, perusahaan wajib membayar fidusia Rp 50.000 per unit. Sedangkan mobil seharga Rp 100 juta sampai Rp 250 juta, maka pembayaran fidusia mencapai Rp 100.000 hingga Rp 6.400.000, tergantung besaran harga mobil atau kendaraan yang diperjualbelikan.

"Akibat dari enggannya perusahaan tersebut membayar fidusia, negara mengalami kerugian miliaran rupiah. Bengkulu saja bisa mencapai ratusan juta per tahun, apalagi dibuat secara nasional," kata Nelly Sinarti, Selasa (22/10/2013).

Data yang dihimpun Kompas.com dari beberapa pekerja perusahaan kendaraan mobil dan motor di Bengkulu, dari satu merk mobil, perusahaan bisa menjualnya hingga 250 unit per bulan.

"Untuk satu merek tertentu mobil saja di Bengkulu bisa terjual 250 unit per bulan. Bayangkan berapa jenis merek mobil yang ada di Bengkulu," ungkap Randi, salah seorang marketing perusahaan mobil di Bengkulu.

Jumlah tersebut belum ditambah dengan kendaraan jenis motor. Deni yang bekerja di salah satu perusahaan penjualan motor mengatakan, untuk Bengkulu, perusahaannya mampu menjual tidak kurang dari 800 unit per bulan. "Perusahaan saya tidak kurang dari 800 unit motor terjual di Bengkulu setiap bulannya," ungkap Randi yang enggan menyebutkan nama perusahaan tempat ia bekerja.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X