Kompas.com - 22/10/2013, 18:44 WIB
Puluhan warga eks Timor Timur menyampaikan keluhan kepada Komnas HAM RI di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Selasa (22/10/2013). Kompas.com/Sigiranus Marutho BerePuluhan warga eks Timor Timur menyampaikan keluhan kepada Komnas HAM RI di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Selasa (22/10/2013).

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Puluhan warga eks Timor Timur (Timtim) yang berdomisili di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, lantaran belum mendapatkan hak-hak berupa bantuan dari pemerintah pusat.

Pengaduan itu disampaikan warga, saat bertemu dengan tim Komnas HAM yakni Koordinator Biro Penegakan HAM, Sriyana dan tiga orang penyelidik Komnas HAM masing-masing Endang Sri Melanie, Unun Kholisa dan Deviana Ike dalam pertemuan di aula Gereja Naesleu, Kefamenanu, Selasa (22/10/2013).

Salah seorang warga eks Timtim, Veronika Fina mengatakan semua rumah bantuan itu sepenuhnya dikerjakan oleh suplier (kontraktor lokal) yang terkesan membebani warga. “Kami sering mendapat beban dari para supplier itu sehingga kami terpaksa ingin menjual fondasi yang sudah dibuat sejak tahun 2011 karena mempersempit pekarangan rumah kami,” keluh Fina.

“Yang kami tahu bahwa laporan dari pengurus di kabupaten ke pusat bahwa semua bantuan perumahan direktif presiden untuk warga eks Timtim di Kabupaten TTU ini sudah 100 persen, padahal banyak warga yang belum memperoleh rumah, sehingga kami minta Komnas HAM segera membantu kami,” lanjut Fina.

Sementara itu menurut warga lainnya, Raymundo de Araujo, warga eks Timtim diperlakukan seperti warga kelas 2 di NKRI ini sehingga dia meminta ada keadilan hukum dan sosial bagi warga eks Timtim.

“Kami ini sudah berjuang membela dan mempertahankan Merah Putih sampai meninggalkan tanah leluhur kami, tetapi tidak diperhatikan pemerintah. Semua bantuan dari pemerintah pusat berupa rumah, Kube dan lainnya tidak kami nikmati dengan baik. Kami pesimis terkait dengan penuntasan semua persoalan warga eks Timtim sebelum tahun 2014,” kata Araujo.

Terkait dengan itu, Koordinator Biro Penegakan HAM, Sriyana, mengatakan pihaknya akan memilah keluhan tersebut kemudian akan mengirimkan rekomendasi secara formal kepada Kementrian yang terkait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Secara kelembagaan kami akan ada pertemuan-pertemuan secara formal dengan jajaran Kementrian Polhukam juga untuk membicarakan secara langsung usulan dan keluhan dari saudara-saudara warga eks Timtim. Setelah ini kita akan mengidentifikasi data, fakta dan juga permasalahan tidak akan berhenti di situ tetapi tentunya akan menyelesaikan masalah ini,” tandas Sriyana.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.