Kompas.com - 21/10/2013, 20:55 WIB
GKR Hayu melaksanakan siraman di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Sementara, KPH Notonegoro di Kagungan Dalem Kesatriyan. KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaGKR Hayu melaksanakan siraman di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Sementara, KPH Notonegoro di Kagungan Dalem Kesatriyan.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sri Sultan HB X malam ini Senin (21/10/2013) didampingi permaisuri GKR Hemas menanyakan kemantapan hati serta kesiapan GKR Hayu untuk menikah dengan pria yang telah meminangnya. Prosesi "Tantingan" (menanyakan kemantapan hati) ini digelar di Emper Bangsal Prabayeksa Keraton Ngayogyakarta.

Sekitar pukul 20 .00 WIB, Sri Sultan HB X dengan menggunakan busana takwa destar, wangkingan serta sindur, kain wiron dan cenelo keluar didampingi permaisuri GKR Hemas yang mengenakan kebaya tangkeban, bros atau peniti renteng, ukel tekul dengan bunga, ubet-ubet, angkin sindur, kain seradan duduk di teras Kagungan Dalem Gedhong.

Sri Sultan lantas memerintahkan Abdi Dalem Keparak untuk memanggil Kanjeng Raden Penghulu Diponingrat dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta. Setelah semua siap, Sri Sultan HB X menanyakan kesiapan pengantin putri dalam hal ini GKR Hayu yang disaksikan Kanjeng Raden Penghulu Diponongrat dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kraton.

Menanggapi pertanyaan dari Sri Sultan HB X, GKR Hayu menegaskan kemantapan hatinya menerima KPH Notonegoro. GKR Hayu lantas menandatangani surat nikah yang telah disiapkan oleh Kepala KUA Kecamatan kraton. Setelah mendengar jawaban dari GKR Hayu, Sri Sultan meninggalkan lokasi acara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Midodareni di Kagungan Dalem Bangsal Kedhaton.

Dahulu, upacara "Tantingan" ini menjadi sarana untuk memberitahukan siapa yang akan menikahi putri Sultan. Sebab dahulu, calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita belum saling mengenal. Pernikahan dilaksanakan melalui proses perjodohan. Seiring berkembangnya zaman, adat perjodohan mulai memudar sejak era Sultan HB IX. Saat ini tradisi "Tantingan" dimaksudkan untuk menanyakan kesiapan calon mempelai wanita.

Sebelumnya pada pagi pukul 09.00 WIB, kedua mempelai yakni GKR Hayu dan KPH Notonegoro telah menjalani prosesi "Parakan Nyantri" dan "Siraman".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.