Kompas.com - 21/10/2013, 09:48 WIB
Salah satu sudut di lokalisasi Pulai Baai saat siang hari. KOMPAS.com/ FirmansyahSalah satu sudut di lokalisasi Pulai Baai saat siang hari.
|
EditorGlori K. Wadrianto

Nah, saat masuk ke dalam rumah yang memiliki ruang tamu seluas 6x5 meter itu, suasana mengejutkan pun langsung menyambut. Di antara cahaya remang-remang, terdengar dentuman musik disko, lengkap dengan kepulan asap rokok tebal yang memerihkan mata.

Ada empat meja di ruangan itu, tiga meja terisi penuh, tinggal tersisa satu meja. Di meja itulah Novi mengajak duduk bersama. Pada tiga meja yang telah dipakai PSK dan sejumlah tamu, ada berpuluh-puluh botol minuman jenis bir, kacang, rokok, dan permen. Meski remang-remang, mata masih sanggup melihat aktivitas mereka yang sekadar mengobrol, berjoget, atau melakukan kegiatan yang tampak intim.

Kegugupan yang muncul saat duduk berdua dengan Novi agak tertolong ketika dia mengajak rekannya Ana duduk di tempat yang sama. Ana mengaku berusia 23 tahun, datang dari Bandung, Jawa Barat. Dengan rambut sebahu, kulit putih, wajah oval, dan tinggi 150 sentimeter, serta hidung bangir, Ana terlihat seksi. Apalagi dia memakai rok mini berbahan jins dengan kaus tipis berbelahan dada rendah.

Setelah berkenalan, Novi yang sepertinya lebih senior dari Ana menawarkan minuman. "Pesan apa Mas? rokok, bir, atau camilan saja," tegur Novi dengan gaya yang manja.
"Mas, baru pertama kali sepertinya masuk ke sini ya, gak usah gugup nyantai aja, kita semua dari habitat yang sama, manusia," kata Novi tertawa lepas sambil menggeser duduk lebih dekat.

Pemandangan mengejutkan kembali terlihat. Beberapa pasangan di meja seberang yang dari awal terlihat intim tampak bergeser ke belakang ruangan, menggeser tirai berwarna krem yang berada di salah satu dinding. "Oh, mereka itu sedang 'eksekusi' Mas," ungkap Ana seolah menangkap keterkejutan pelanggannya.

Novi lalu menjelaskan, "eksekusi" adalah istilah untuk hubungan seks yang dilakukan antara PSK dan pengunjung, jika keduanya telah sepakat dengan harga yang harus dibayar si pengunjung. "Kalau eksekusi kita gak nentuin tarif, tapi biasanya paling kecil Rp 150.000 satu kali," kata Novi sambil mencubit pinggang pelanggannya.  (Bersambung...)

***

Baca Juga:


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.