Kompas.com - 18/10/2013, 11:39 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Puluhan warga dengan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pamekasan Peduli Sehat (AMPAS) menggelar unjuk rasa di depan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Jumat (18/10/2013).

Aksi itu merupakan buntut dari kekecewaan warga atas pelayanan rumah sakit yang melarang pasien dijenguk oleh keluarganya. Aksi ini diwarnai blokade jalan di depan RS. Para pendemo melakukan aksi tidur di badan jalan.

Unjuk rasa ini menyebabkan arus kendaraan dari arah Surabaya menuju kota Pamekasan macet total. Blokade jalan ini berlangsung sekitar 15 menit, dan membuat aparat kepolisian kebingungan. Pasalnya, aksi ini sebelumnya disebut akan berlangsung di kantor DPRD Pamekasan. Namun, massa mengalihkannya ke RS.

Koordinator aksi, Wahyu Garuda mengatakan, pelayanan di RS itu sangat mengecewakan warga. Terbukti dengan dilarangnya anggota keluarga pasien menunggui pasien. Bahkan beberapa waktu lalu, ada kejadian pasien meninggal di zal A, tanpa ditunggui oleh anggota keluarganya.

Padahal anggota keluarganya sudah meminta baik-baik kepada satpam yang bertugas. "Di rumah sakit Pamekasan orangtua pasien tidak boleh menunggui, apalagi orang lain. Ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan di mana saat orang mau meninggal harus ditunggui oleh orangtuanya," kata Wahyu.

Larangan bagi keluarga pasien mengunjungi pasien pun tidak didukung dengan fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu bagi keluarga pasien yang memadai, ketersediaan air, kamar pasien pengap, dan pengunjung yang tersebar di emperan RS.

"Kami ingin peraturan baru itu dihapus dan penuhi fasilitas yang ada di rumah sakit. Sebab peraturan itu bertentangan dengan tradisi orang Madura dan mengandung diskriminasi. Khususnya bagi pasien keluarga miskin," imbuh Wahyu.

Demo ini bubar, karena tidak ada perwakilan dari RS yang menemui pendemo. Namun mereka mengancam, akan menggelar aksi susulan pada hari Senin mendatang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.