Kompas.com - 17/10/2013, 17:37 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. KOMPAS.com/Icha RastikaGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai merancang apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan janji-janji semasa kampanyenya. Salah satunya adalah  pengadaan kartu petani dan nelayan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok mereka dalam bekerja.  

Tahap pertama yang dilakukan yakni mendata jumlah petani termasuk luasan lahan dan data nelayan serta jumlah kapalnya. “Baru tahu sekarang ini, ternyata data petani dan nelayan itu tidak ada. Jadi jelas kita akan mulai dengan melakukan pendataan,” ujarnya, Kamis (17/10/2013).  

Ganjar mengatakan, kartu petani untuk menjamin petani mendapatkan pupuk dan kartu nelayan untuk menjamin mereka mendapatkan solar. Sebab hal itu sangat penting untuk kelanjutan usaha mereka sebagai petani dan nelayan.  

Terkait dengan metode kebijakan, ia mengatakan masih akan mengkaji apakah kartu tersebut diberikan pada setiap petani atau kelompok. Hal ini juga untuk mengetahui agar yang dilakukan tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan satu pihak saja. Selain itu juga agar tidak ada lagi penyelewengan penyaluran pupuk dan solar.

Jika kartu diberikan pada setiap petani, yang akan dimasukkan adalah data secara lengkap meliputi kabupaten/kota, kecamatan, desa serta kelompok petani/nelayan mana. “Jadi nantinya dengan hanya melihat kartu, kita tahu petani ini darimana dan bisa dicek berapa luas tanahnya. Register itu akan ter-update setiap kali mengambil pupuk sehingga tidak akan mengambil melebihi jatah dan yang sudah mengambil akan ketahuan dan tidak bisa mengambil lagi,” jelasnya.

Dengan adanya kartu petani ini, jelas Ganjar, sistem distribusi bisa diawasi dengan mudah dan transparan sehingga tidak ada kebocoran pupuk keluar daerah. Ia mengatakan dengan data yang lengkap, kuota akan bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan agar tidak kekurangan.

"Ora iso dolanan meneh (tidak bisa main-main lagi). Selama ini pupuk urea itu merembes kemana-mana. Banyak dipakai pabrik lem, bahkan tambak juga pakai urea, itu nanti tidak bisa lagi,” tandasnya.

Menurutnya, pelaksanaan sistem ini akan dilakukan di beberapa desa terlebih dahulu sebagai pilot project baik untuk kartu petani ataupun nelayan. Hal itu untuk memudahkan evaluasi sehingga saat diluncurkan nantinya benar-benar sudah dipersiapkan dengan matang.

Pelaksanaan kebijakan ini direncanakan dilakukan pada tahun anggaran 2014 mendatang. “Kita siapkan dulu pilot di desa mana dulu, kalau sudah siap baru kita gencarkan,”pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.