Kompas.com - 16/10/2013, 22:31 WIB
|
EditorKistyarini

MAGELANG, KOMPAS.com
- Balai Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang kembali digeruduk ratusan warga, Rabu (16/10/2013). Warga kesal lantaran pemerintah desa tidak menuruti keinginan warga untuk menurunkan Pjs Sekretaris Desa, Slamet Pratono.

Warga menilai Slamet telah merugikan desa karena telah melakukan penyalahgunaan jabatan hingga penyelewengan dana masyarakat. Slamet juga dianggap meresahkan karena lantaran kerap menarik pungutan liar seperti biaya administrasi surat menyurat untuk surat nikah, surat KK, e-KTP, dan juga pengurusan administrasi desa lainnya.

Dalam aksi tersebut, warga tidak hanya berorasi, tetapi menyegel pintu masuk balai desa dengan balok kayu bahkan merusak beberapa fasilitas desa seperti mencorat-coret tembok dengan cat semprot.

Warga terlihat mengeluarkan sejumlah inventaris Balai Desa seperti komputer dan printer. Di antara meraka ada pula yang nekad menurunkan bendera merah putih yang terpasang di tiang depan balai desa dan menggantinya dengan spanduk bertuliskan tuntutan mereka.

Aksi serupa juga pernah dilakukan warga sekitar sebulan yang lalu. Mereka mengajukan tuntutan  yang sama.

"Aksi ini sudah dua kali karena kemarin tuntutan kami tidak ditanggapi oleh Camat Secang dan aparat lain. Masyarakat sudah tidak sabar karena masalah ini hanya diulur- ulur saja. Kami hanya ingin Slamet segera dipecat dari jabatannya," tandas Rokhani, koordinator aksi.

Dia mengancam jika tuntutan tidak diindahkan, mereka tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab jika nantinya masyarakat akan bertindak anarkis terhadap Slamet.

Penjabat Kepala Desa, Agus Fadjar yang sempat menemui perwakilan warga mengatakan, Slamet saat ini sedang menjalani proses hukum karena sudah dilaporkan oleh warga ke Polres Magelang. Pihaknya sendiri mengaku masih memproses tuntutan warga.

"Terkait pelayanan administrasi desa, masih akan kita rembuk lagi nanti. Kemungkinan pindah di tempat lain dulu sementara," kata Agus.

Sementara itu, Camat Secang, Iwan Agus mengatakan, panitia khusus (pansus) yang sempat dibentuk untuk menyelidiki kasus Slamet saat ini masih dalam proses untuk mengumpulkan data penyimpangan.

"Kemarin juga sudah ada pertemuan antara yang bersangkutan, pansus, dan warga untuk klarifikasi masalah ini. Tapi hasilnya kurang memuaskan, sehingga pihak masyarakat ada yang melapor ke polres. Sekarang sudah tahap proses pemeriksaan para saksi," kata Iwan.

Untuk memberhentikan Slamet sendiri, jelas Iwan, perlu berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2010 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan, pelantikan, dan pemberhentian perangkat desa. "Pj kades punya kewenangan memberhentikan perangkat, tapi kan harus punya dasar bukti yang kuat, tidak asal begitu saja," jelas Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.