Konsul Timor Leste: Kita Cari Solusi

Kompas.com - 16/10/2013, 21:40 WIB
Inilah lahan yang disengketakan oleh warga Indonesia dan Timor Leste. Tampak tentara Timor Leste berjaga-jaga di lokasi, Rabu (16/10/2013). Kompas.com/Sigiranus Marutho BereInilah lahan yang disengketakan oleh warga Indonesia dan Timor Leste. Tampak tentara Timor Leste berjaga-jaga di lokasi, Rabu (16/10/2013).

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Consulado Da Republika Democraticia De Timor Leste, EM Kupang, Feliciano Da Costa mengatakan akan segera mencari satu solusi yang efektif guna menyelesaikan konflik dalam memperebutkan lahan antara warga Indonesia dan Timor Leste.

“Saya belum tahu terkait kejadian baku lempar antara warga Nelu dan Leolbatan. Saya juga belum menerima laporan itu. Dan kalau memang kejadiannya seperti itu maka segera kita harus cari solusi yang jitu untuk meredam konflik,” kata Feliciano kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2013) malam.

“Intinya solusi yang nanti akan kita sepakati itu untuk secepatnya diselesaikan supaya masalah tersebut tidak memprburuk hubungan mereka di perbatasan karena mereka adalah saudara, sama-sama orang Atoni,” jelas Feliciano.

Seperti diberitakan, gara-gara berebut tanah di wilayah zona netral, warga Nelu, Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terlibat saling serang dengan warga Leolbatan, Desa Kosta, Kecamatan Kota, Distrik Oekusi, Timor Leste.

Baku serang dengan menggunakan batu dan kayu itu terjadi sejak Senin (14/10/2013) kemarin hingga Rabu pagi tadi.

Dua orang warga Nelu, Petrus Oematan dan Marsel Teme, kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2013), mengatakan, situasi sampai saat ini belum kondusif karena antara dua warga beda negara ini saling klaim tanah di wilayah zona netral tersebut.

"Mereka (warga Timor Leste, red) melakukan penggusuran untuk pekerjaan jalan raya dengan menggeser garis batas masuk ke wilayah NKRI sepanjang 500 meter, kemudian perusakan pilar batas oleh warga Timor Leste yang dibantu dengan militer Cipol. Padahal, pilar perbatasan itu sudah dibangun sejak tahun 1911," kata Petrus yang dibenarkan Marsel.

"Puncaknya kemarin pada tanggal 10 Oktober 2013, Forum Koordinasi Pemerintah Desa bersama warga masyarakat mendesak warga Timor Leste untuk hentikan aktivitas pertanian mereka sehingga menyulut suasana semakin memanas sehingga selama dua hari berturut-turut terjadi saling lempar batu dan kayu antara kami dan warga Timor Leste," sambung Petrus.

Menurut Petrus, sejak kemarin, dua kompi Cipol Timor Leste disiagakan bersama masyarakat mereka dan para Cipol berjaga tidak di wilayahnya, tetapi malah berjaga masuk di wilayah Indonesia.

Dihubungi secara terpisah Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas ) RI-RDTL Batalyon Infantri 743/PSY Mayor (Inf) Budi Prasetyo membenarkan kejadian itu dan dia kini berada di lokasi berlangsungnya pertikaian itu.

"Sebetulnya tidak ada penyerangan, hanya terjadi kesalahpahaman saja dan saat ini situasinya sudah mulai kondusif," ungkap Budi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X