Kompas.com - 16/10/2013, 21:31 WIB
Perahu warga melintas di hamparan hutan mangrove yang sudah mulai rusak di kawasan laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2013). Kerusakan terlihat dari dominasi vegetasi pohon nipah (Nypa fruticans) yang mendesak ekosistem mangrove yang tersisa. Kerusakan dipicu perubahan lingkungan dari payau menjadi daratan akibat sedimentasi. Kerusakan hutan mangrove di kawasan Laguna Segara Anakan semakin meluas. Jika pada 2011, dari 8.495 hektar mangrove yang tersisa, sekitar 4.000 hektar di antaranya rusak, kini areal kerusakannya meluas menjadi 6.000 hektar. 
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOPerahu warga melintas di hamparan hutan mangrove yang sudah mulai rusak di kawasan laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2013). Kerusakan terlihat dari dominasi vegetasi pohon nipah (Nypa fruticans) yang mendesak ekosistem mangrove yang tersisa. Kerusakan dipicu perubahan lingkungan dari payau menjadi daratan akibat sedimentasi. Kerusakan hutan mangrove di kawasan Laguna Segara Anakan semakin meluas. Jika pada 2011, dari 8.495 hektar mangrove yang tersisa, sekitar 4.000 hektar di antaranya rusak, kini areal kerusakannya meluas menjadi 6.000 hektar.
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menolak usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait pembangunan tembok raksasa di laut (giant sea wall) untuk mengatasi air pasang di Kota Semarang karena biayanya terlalu tinggi.

"Kami menolak usulan tersebut karena membutuhkan anggaran yang tinggi yakni Rp5 triliun dan jangka waktu pemakaian tembok raksasa itu tidak bisa lama, paling hanya 10-25 tahun," kata anggota Komisi C DPRD Jateng Alfsadun di Semarang, Rabu (16/10/2013).

Ia menjelaskan, pembangunan giant sea wall yang direncanakan akan menggunakan anggaran multiyears itu membutuhkan konsistensi dari kepala daerah yang wilayahnya terkena proyek jangka panjang tersebut.

"Kalau ada pergantian kepala daerah, maka kepala daerah yang baru belum tentu akan sepakat menindaklanjuti proyek giant sea wall," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menurut dia, ada upaya yang tidak membutuhkan biaya cukup besar untuk mengatasi rob yang melanda di sebagian wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

"Kita bisa menanam mangrove di sepanjang pantai yang lebih alami, dan murah, serta ada multiply effect bagi masyarakat setempat," katanya.

Ia mengungkapkan, tanaman mangrove yang saat ini banyak dirusak dan dialihfungsikan untuk tambak, dinilai dapat mengatasi rob yang sudah terjadi bertahun-tahun di Kota Semarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seandainya anggaran sebesar Rp1 triliun digunakan untuk penanaman mangrove di tepi pantai, saya yakin akan mampu mengatasi rob," ujarnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa usulan Gubernur Jateng itu sebagai upaya mengatasi rob masih harus melalui tahapan yang panjang.

"Tahapan-tahapan itu antara lain, kajian analisi mengenai dampak lingkungan, ’detail engineering design’, dan pelaksanaan proyek pembangunan ’great sea wall’," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai pembagian pemenuhan anggaran pembangunan great sea wall, termasuk besaran alokasinya yang harus mendapat persetujuan dari kalangan DPRD Jateng.

"Kendati demikian ini sebenarnya langkah cepat yang bisa segera direalisasikan tapi tentu ada tahapan-tahapan tertentu yang sedang direncanakan," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.