Kompas.com - 16/10/2013, 21:23 WIB
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com - Purwadi Tacuk (57), tersangka kasus penipuan, mencatut nama Wakil Presiden (Wapres) Boediono untuk melakukan aksinya dan berhasil melarikan uang korbannya ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Surya Online, Rabu (16/10/2013), penipuan yang dilakukan Purwadi Tacuk menimpa dosen PTN, pengusaha kontraktor hingga anggota dewan. Kini tersangka warga Kelurahan Ngronggo, Kediri Kota, Jawa Timur dijebloskan sel tahanan.

Jumlah uang yang diraup Purwadi dari korban-korbannya beragam, dari Rp 15 juta hingga Rp 125 juta. Dari Prabowo, seorang dosen, Purwadi melarikan Rp 50 juta. Sementara HS, seorang anggota DPRD, mengalami kerugian Rp 87 juta akibat ulat Purwadi. Korban yang kehilangan uang terbanyak adalah Sajuri, seorang pengusaha. Dia kena tipu sebesar Rp 125 juta.

Korban-korban lainnya adalah Mujiran (Rp 60 juta), Yusron dan Sunarto masing-masing tertipu Rp 15 juta, Ashari (Rp 50 juta), dan Wawan dirugikan Rp 50 juta.

Modus penipuan Purwadi adalah mengajak korbannya kerja sama membangun pabrik gula yang disebutnya milik Wapres Boediono. Dia mengiming-imingi korbannya dengan bagi hasil yang menggiurkan. Belakangan ketahuan pabrik itu milik orang lain yang sama sekali tidak mengenal Purwadi Tacuk.

Selain bermodus membangun pabrik gula, tersangka juga mengaku akan mendatangkan investor pembangunan perumahan di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Ternyata tanah itu belum dibebaskan.

Purwadi Tacuk sendiri mengaku pernah menjadi korban penipuan. Kata dia, kerugian yang dideritanya mencapai Rp 250 juta karena semulai dia dijanjikan menjadi subkontraktor pembangunan pabrik gula di Garum, Kabupaten Blitar. Nilai investasinya disebutnya Rp 208 miliar.

Purwadi membantah dia mencatut nama Boediono. "Buat apa kalau hanya menipu Rp 50 juta mencatut nama Wapres," ujarnya.

Kapolsek Kota Kediri Kompol Abraham Sisik saat dikonfirmasi menjelaskan, kasus itu terungkap karena korbannya melaporkan ke Polsek. "Tersangka memang mencatut nama Wapres untuk melakukan penipuan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.