Pesan Toleransi dari Sunan Kudus

Kompas.com - 16/10/2013, 15:53 WIB
Ilustrasi: Ahli pencari dan penata batu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Rabiman sedang merevitalisasi pagar batubata Pendopo Tajug di kompleks Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2013). Bangunan tahun 1549 itu sudah banyak yang rusak, terutama pada bagian cungkup makam, pendopo tajug, dan batubatanya banyak yang sudah melapuk.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIIlustrasi: Ahli pencari dan penata batu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Rabiman sedang merevitalisasi pagar batubata Pendopo Tajug di kompleks Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2013). Bangunan tahun 1549 itu sudah banyak yang rusak, terutama pada bagian cungkup makam, pendopo tajug, dan batubatanya banyak yang sudah melapuk.
EditorKistyarini

KUDUS, KOMPAS.com
- Ada yang unik di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setiap perayaan hari raya Idul Adha. Di kala setiap masjid berkurban sapi, kambing, dan kerbau, Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus hanya berkurban kerbau dan kambing, bukan sapi.

”Setiap Idul Adha, kami selalu menyembelih kerbau, bukan sapi. Kami melanggengkan tradisi itu karena peninggalan Sunan Kudus,” kata anggota staf Dokumentasi dan Sejarah Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nurhakim, Selasa (15/10).

Biasanya, tradisi kurban itu digelar dua hari setelah Idul Adha, tahun ini jatuh pada Kamis (17/10/2013). Yayasan akan menyembelih 11 kerbau dan 22 kambing yang dagingnya akan dibagikan kepada lebih kurang 5.000 orang miskin, apa pun agamanya.

Mengapa tidak menyembelih sapi? Tradisi itu bermula dari ajaran Sunan Kudus atau Djakfar Sodiq, salah satu Wali Songo yang pernah jadi panglima perang Kerajaan Demak di zaman pemerintahan Sultan Patah.

Sunan Kudus berkarya di Kudus setelah mendapat tanah perdikan dari Sultan Patah bernama Desa Tajug. Pada waktu itu atau sekitar abad ke-15, Tajug merupakan desa dengan sebagian besar penduduknya menganut agama Hindu.

Sunan Kudus mengembangkan Tajug layaknya kota Al- Quds di Filistin. Di zaman khalifah Umar bin Khatthab, Al-Quds jadi kekuatan Islam setelah Mekkah dan Madinah.

Umar mampu mengislamkan kota itu dengan penuh kedamaian tanpa pengusiran dan pembunuhan musuh. Tak ada darah lawan yang ditumpahkan, dan tidak ada gereja atau sinagoga yang dihancurkan. Umar memberikan kebebasan kepada penduduknya untuk memeluk keyakinannya yang lama sehingga mereka hidup berdampingan.

Di Tajug, Sunan Kudus memilih menyebarkan agama Islam melalui pendekatan budaya. Dia melakukan syiar Islam tidak dengan jalan pedang, perang, dan paksaan, tetapi menggunakan strategi kebudayaan. Misalnya, untuk menghormati pemeluk agama Hindu, Sunan Kudus melarang pengikutnya menyembelih sapi karena bagi umat Hindu sapi adalah binatang yang disucikan.

Tradisi memudar

Tak heran jika Sunan Kudus memilih nama Al-Quds sebagai pengganti Dusun Tajug. Al-Quds kemudian lebih dikenal dengan Kudus. Novelis dan kartunis Nassirun Purwokartun dalam novel sejarahnya, Penangsang, Tembang Rindu Dendam, melukiskan penciptaan keberagaman Dusun Tajug dengan apik.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Regional
Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Regional
Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Regional
Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Regional
Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Regional
Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Regional
Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Regional
2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Regional
Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Regional
Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Regional
7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Regional
Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Regional
Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Regional
Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Regional
Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X