Kompas.com - 16/10/2013, 07:04 WIB
Deretan rumah yang dibangun warga di atas tanah sengketa di Mesuji, Lampung, Kamis (2/8/2012). Konflik tanah dan tambang yang akhir-akhir ini merebak diduga salah satunya karena masyarakat tidak dilibatkan dalam mengolah tanah atau tambang untuk kesejahteraan warga.

KOMPAS/HERU SRI KUMORODeretan rumah yang dibangun warga di atas tanah sengketa di Mesuji, Lampung, Kamis (2/8/2012). Konflik tanah dan tambang yang akhir-akhir ini merebak diduga salah satunya karena masyarakat tidak dilibatkan dalam mengolah tanah atau tambang untuk kesejahteraan warga.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MESUJI, KOMPAS.com — Warga Desa Pelita Jaya, Mesuji, Lampung, akhirnya merasakan juga nikmatnya daging kurban. Selama ini, hewan kurban tak pernah menyambangi desa yang namanya sempat tersohor karena kasus kerusuhan beberapa waktu lalu itu.

"Kami sangat bersyukur, biasanya lebaran-lebaran yang lalu tidak ada satu pun badan amil zakat yang menyalurkan zakatnya ataupun hewan kurbannya kepada warga di sini," kata salah satu tokoh Desa Pelita Jaya, Komarudin, Selasa (15/10/2013). "(Baru) Idul Adha kali ini kami dapat merasakan kebahagiaan hari raya kurban," ujar dia.

Kebahagiaan itu tampak dengan turut sertanya semua warga saat pemotongan seekor sapi dan dua kambing kurban dari sejumlah masyarakat Bandar Lampung. Pemotongan hewan kurban baru dimulai pada pukul 11.00 WIB.

Jumlah warga pun tak surut hingga proses penyajian makan siang bersama. "Ini baru pertama kalinya terjadi pemotongan hewan kurban, sebelumnya tak pernah terbayang kalau akan merasakan kebahagiaan kurban," kata warga lainnya, Uliyati.

Kisah suram...

Desa Pelita Jaya, Mesuji, Lampung, memiliki luas areal 7.000 hektar, terletak berbatasan dengan Register 45. Desa yang berdiri pada 1918 ini bermula dari umbulan, dan akhirnya pada 1977 camat setempat memberikan nama Desa Pelita Jaya. Penduduk desa ini sekitar 650 keluarga saat itu, dengan mata pencaharian utama sebagai petani.

Pada 1986-1987, Register 45 yang merupakan hutan industri mengalami perluasan areal. PT Lampung Abadi, yang semula mendapat hak guna usaha seluas 33.000 hektar, kini bertambah menjadi 43.000 hektar.

Ketika perluasan terjadi, beberapa desa, yakni Talang Gunung, Way Umbulan, dan Pelita Jaya, mengalami penggusuran hingga warga kocar-kacir. Penggusuran itu melibatkan aparat dan gajah liar, hingga mereka ketakutan dan pergi dari tempat tinggal tanpa mendapat ganti rugi.

Pada 2010, mencuat kasus pembantaian warga Mesuji yang melibatkan aparat dan perusahaan PT Silva Inhutani Lampung. Kasus tersebut menjadi pusat perhatian secara nasional dan internasional. Pemerintah pun membentuk tim gabungan pencari fakta penyelesaian kasus tersebut.

Kini, warga berusaha mengambil kembali lahan mereka dengan cara pendudukan di atas hak lahan yang dulu pernah ditinggalkan oleh orangtua mereka sambil berharap pemerintah merealisasikan janji daerah kantongatas lahan tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.