Pemerintah Bengkulu: Daging Kurban Jangan Dibungkus Plastik Hitam

Kompas.com - 15/10/2013, 16:39 WIB
Suasana pemilahan daging kurban di Masjid Agung, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/10/2013). Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimSuasana pemilahan daging kurban di Masjid Agung, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/10/2013).
|
EditorErvan Hardoko
BENGKULU, KOMPAS.com - Kepala Bidang Kesehatan Hewan , Dinas Perternakan Provinsi Bengkulu, Novi Yeni mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan ke dalam kantong plastik atau kresek berwarna hitam.

Sebab, kata Yeni, daging kantong kresek warna hitam mengandung zat kimia yang mengandung racun karsinogen yang bisa memicu timbulnya kanker.

Bagi warga yang mendapatkan jatah daging yang dibungkus plastik warna hitam, harus segera mencuci daging itu dengan air mengalir.  Sebab, daging sapi dan kambing memiliki kesegaran dengan waktu maksimal lima jam, sehingga pencucian daging mesti dilakukan secepatnya.

''Kantong plastik warna hitam keresek itu, mengandung zat kimia. Dari sana juga menimbulkan zat racun. Nah, untuk warga yang mendapatkan jatah daging itu harus segera di keluarkan dan dicuci dengan air yang bersih agar zat kimia yang menempel hilang,'' jelas Novi.

Penjelasan ini disampaikan Novi dalam inspeksinya ke pemotongan hewan kurban di rumah dinas Giubernur Bengkulu. Selasa, (15/10/2013). Senyawa karsinogen dapat mengakibatkan kanker jika terpapar dalam jangka waktu panjang.

Sehingga, Novi menyarankan sebaiknya panitia kurban menggunakan plastik berwarna transparan atau putih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi, Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi, Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

Regional
238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

Regional
Melawan Saat Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X