Kompas.com - 15/10/2013, 15:43 WIB
Pembagian daging kurban di Masjid Raya Kauman, Magelang sempat diwarnai keributan karena warga takut tidak kebagian daging kurban yang tahun ini lebih sedikit. KOMPAS.com/Ika Fitriana Pembagian daging kurban di Masjid Raya Kauman, Magelang sempat diwarnai keributan karena warga takut tidak kebagian daging kurban yang tahun ini lebih sedikit.
|
EditorErvan Hardoko
MAGELANG, KOMPAS.com – Pembagian kupon daging hewan kurban di Masjid Agung, Kauman, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (15/10/2013) diwarnai kericuhan.

Ratusan warga yang ingin mendapatkan kupon saling berebut masuk ke halaman masjid,  meringsek berusaha melewati pagar besi di depan halaman.

Akibat berdesak-desakan seorang nenek jatuh dan nyaris terinjak-injak. Sejumlah balita menangis karena terhimpit di tengah ratusan warga, bahkan petugas harus menampar seorang warga karena dinilai tidak tertib.

Sebelum pembagian kupon, petugas sudah meminta warga agar tertib, namun warga tetap bergerombol di luar pagar. Baru beberapa jam setelah kupon dibagikan, situasi berangsur-angsur tertib.

Wawan (32), seorang warga mengaku sempat terjadi keributan saat dirinya ikut mengantre bersama ratusan warga lainnya. Menurutnya, warga berebut karena khawatir tidak kebagian kupon. Apalagi jumlah hewan kurban yang dipotong tidak terlalu banyak.

"Kami sudah mengantre lebih dari dua jam. Warga berebut karena takut tidak kebagian daging kurban. Ini seharusnya dijadikan pelajaran, khususnya bagi para pejabat, karena masih banyak warga miskin yang membutuhkan uluran tangan," tutur Wawan.

H Jauhari (71), Ketua Panitia Hewan Kurban Masjid Agung Kota Magelang mengatakan, pembagian hewan kurban rutin dilakukan setiap hari Raya Idul Adha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dia mengakui tahun ini jumlah hewan kurban lebih sedikit dibanding tahun-tahun lalu. Jauhari menyebutkan, pihaknya hanya menyembelih empat ekor sapi dan 20 ekor kambing.

Padahal tahun lalu, ada enam ekor sapi dan 46 ekor kambing. "Penurunan ini mungkin karena banyak warga yang lebih memilih menyembelih kurban di kampungnya masing-masing," ucap Jauhari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.