Gunungan Keraton Jadi Rebutan Warga Solo

Kompas.com - 15/10/2013, 14:41 WIB
Grebeg Maulud saat Idhul adha di Solo, Selasa (15/10/2013). KOMPAS.COM/M WismabrataGrebeg Maulud saat Idhul adha di Solo, Selasa (15/10/2013).
|
EditorKistyarini

SOLO, KOMPAS.com - Ratusan warga memperebutkan gunungan di Masjid Agung Solo dan di depan Kraton Solo, pada perayaan Idul Adha, Selasa (15/10/2013). Gunungan Jaler (laki laki) dan Gunungan Wadon (perempuan) diarak dari keraton menuju masjid Agung dengan dikawal prajurit keraton dan para adbi dalem.

Setelah kedua gunungan tiba di masjid, para abdi dalem dan warga berdoa untuk mengucap syukur atas berkat yang diberikan Tuhan melalui acara Grebeg Maulud tersebut. Sesudahnya, ratusan warga yang sudah tidak sabar ingin mengambil makanan di gunungan, langsung berebut.

Peringatan petugas dan abdi dalem agar warga tidak berebut tidak mendapat perhatian. Bahkan ada warga yang nekat menaiki gunungan untuk mengambil sayuran yang ditancapkan di atas gunungan.

“Saya dapat kacang panjang, rengginan dan krupuk. Biar bawa berkah di rumah,” kata Sugeng, Selasa (15/10/2013).

Bagi sebagian warga, memperoleh bahan makanan dari gunungan dari keraton yang sudah didioakan dipercaya dapat membawa berkah dan keberuntungan.

Acara ini juga menarik perhatian Robert Pomfert, mahasiswa asal Inggris yang setahun ini tinggal di Solo. Pomfert mengaku sangat tertarik pada budaya dan tradisi di Jawa, termasuk acara Gerebeg Maulud seperti saat ini.

"Saya sudah hampir satu tahun di Solo, melihat langsung budaya grebeg sungguh menarik,” kata Pomfert yang siang itu memakai pakaian adat Jawa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X