Kompas.com - 15/10/2013, 12:03 WIB
Paus Fransiskus memberkati seorang bocah saat tiba untuk pertemuan umum mingguan di Alun-alun St Peter di Vatikan, 9 Oktober 2013. AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTEPaus Fransiskus memberkati seorang bocah saat tiba untuk pertemuan umum mingguan di Alun-alun St Peter di Vatikan, 9 Oktober 2013.
EditorKistyarini

KUTAI TIMUR, KOMPAS.com — Bupati Kutai Timur, Isran Noor, mengundang Paus Fransiskus untuk meresmikan Catholic Center di Sangatta. Paus Fransiskus pun sudah menyatakan kesediaannya.

Hal tersebut disampaikan Isran Noor saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Christian Center, Sabtu (12/10/2013), bertepatan dengan hari ulang tahun ke-14 Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Di gedung yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta tersebut, Isran mengatakan, dirinya, baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, telah menyurat kepada Sri Paus beberapa waktu lalu.

"Saya katakan bahwa masyarakat Indonesia sangat mendambakan kedatangan Sri Paus ke Indonesia. Dan, saya berharap beliau bersedia meresmikan Catholic Center di Sangatta," katanya.

Ternyata surat tersebut telah mendapatkan balasan langsung dari Sri Paus. "Dalam surat yang menggunakan kertas khusus yang mengkilap, Sri Paus mengatakan bahwa dirinya bersedia datang dan memenuhi undangan ke Indonesia," katanya.

Namun, Paus Fransiskus memberi catatan, kedatangannya baru bisa dilaksanakan setelah Desember 2013. "Beliau mengatakan sangat sibuk hingga akhir Desember 2013. Kalau setelah itu beliau bersedia datang, khususnya untuk Kutim dan Isran Noor," katanya.

Untuk rencana kedatangan tersebut, Isran menyatakan akan membuat persiapan maksimal. "Mendatangkan Sri Paus itu tidak mudah. Pengamanannya ekstraketat, seperti kepala negara. Karena itu, akan dilakukan persiapan maksimal," kata Isran.

Dalam peresmian Christian Center, Sabtu (12/10/2013), Isran menegaskan, Kutai Timur merupakan miniatur Indonesia dalam konteks toleransi antarumat beragama. "Kondisi kondusif di Kutai Timur merupakan miniatur Indonesia dalam bertoleransi. Tidak pernah ada konflik agama. Dan, pemerintah daerah tidak pernah berlaku diskriminatif kepada warganya," katanya.

Karena itu, Pemkab Kutim telah membangun pusat kegiatan umat beragama, masing-masing Islamic Center, Christian Center, dan Catholic Center, yang dananya bersumber dari APBD Kutim.

"Sebenarnya ide tentang pembangunan Islamic Center, Christian Center, dan Catholic Center di Sangatta, saya yang membuatnya. Termasuk konsep Gerdabangagri, ini ide saya. Cuma waktu Pak Awang jadi bupati, saya tidak berani mengakui. Etikanya seperti itu," kata Isran yang disambut aplaus dan tawa audiens.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Kutim telah memiliki kebijakan untuk memberangkatkan tokoh masyarakat dalam perjalanan rohani secara rutin setiap tahunnya. Polanya, tokoh umat Islam diberangkatkan haji dan umrah, kalangan Kristiani diberangkatkan ke Jerusalem, kalangan Katolik diberangkatkan ke Vatikan, dan umat yang lain ke India.

"Namun, saat ini pemerintah pusat tidak mengizinkan lagi pola tersebut. Sebenarnya saya merintih karena pola apresiasi ini tidak bisa berjalan lagi. Tolong doakan saya bisa memiliki kewenangan, kekuatan, dan kemampuan yang lebih untuk berbuat bagi seluruh bangsa Indonesia," katanya.

Sementara itu, Pendeta Dr Yerry Tawalujan, yang mewakili Dewan Gereja Pusat, sebagai Ketua I Bidang Masyarakat Persatuan Gereja Injili Indonesia, menyambut baik langkah Pemkab Kutim membangun Christian Center.

"Kami menilai Kutai Timur merupakan miniatur Indonesia dalam konteks toleransi. Terima kasih atas dukungan dari Bupati dan jajarannya. Semoga bupati-bupati dan gubernur yang lain bisa mengikuti apa yang dicanangkan Bupati Kutim," katanya.

Pendeta Yerry menilai peresmian gedung tersebut merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan maksimal. "Semua elemen berhak untuk menggunakannya," katanya.

Dirinya pun berharap Bupati Kutim bisa mewakili Indonesia dalam menyampaikan kabar baik ke dunia bahwa warga Indonesia bisa menjalani kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.