Kompas.com - 15/10/2013, 10:44 WIB
Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).
|
EditorEgidius Patnistik
BANDUNG, KOMPAS.com — Meski aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu menurun dalam beberapa hari terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) justru mencatat ada peningkatan kadar gas berbahaya yang keluar dari kawah ratu di Jawa Barat itu. "Hasil pengukuran gas pagi tadi ternyata di atas ambang batas," kata Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan dan Pengamatan Gunung Api dari PVMBG, Gede Suantika, di Bandung, Selasa (15/10/2013).

Gede menjelaskan, kadar sulfur dioksida (SO2) yang keluar dari dalam kawah ratu mencapai 14 ppm, padahal ambang batas SO2 hanya 2 ppm. Sementara hidrogen sulfide (H2S) mencapai 4 ppm. "Penyelidikan secara lebih intensif oleh tim ahli gunung api masih tetap dilaksanakan sampai hari ini," ujarnya.

PVMBG belum mencabut status waspada (level II) Gunung Tangkuban Parahu. Pasalnya, gunung api yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat tersebut masih menunjukkan gejala-gejala letusan berupa aktivitas getaran setiap hari.

Menurut Gede, aktivitas tremor tersebut terjadi hampir setiap hari dengan durasi enam menit. "Sejak tiga hari lalu terekam tremor dengan durasi enam menitan yang amplitudonya semakin hari semakin meningkat. Status Gunung Tangkuban Parahu tidak ada peningkatan dan masih tetap waspada," kata Gede saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Ia menjelaskan, aktivitas tremor merupakan cerminan adanya aliran fluida, gas, atau migrasi tekanan ke permukaan kawah ratu. Kendati demikian, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu dapat dikatakan berkurang dan belum tentu aktivitas tremor harian tersebut menimbulkan letusan. "Secara visual tidak ada tanda peningkatan kegiatan di kawah ratu dan kawah-kawah lainnya, embusan uap air bercampur gas-gas vulkanik dominan berwarna putih tipis mengepul sedang," bebernya.

Ia menambahkan, saat ini rekomendasi tidak dibolehkannya kegiatan manusia dalam radius 1,5 kilometer dari pusat kawah ratu masih tetap diberlakukan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.