Kompas.com - 14/10/2013, 13:12 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
GORONTALO, KOMPAS.com — Sejumlah anggota polisi di Gorontalo diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang masih berseragam sekolah. Ironisnya, aksi pemerkosaan disertai ancaman ini dilakukan berulang kali di salah satu kantor polsek yang ada di Gorontalo.

Aksi ini terungkap berdasarkan pengakuan IU (16), sang korban. IU awalnya dikabarkan menghilang dari rumahnya awal Oktober lalu. Setelah ditemukan, IU mengaku kabur dari rumah karena malu dengan pemerkosaan yang terjadi pada dirinya.

Dia juga mengaku kabur karena takut terhadap ancaman pelaku yang merupakan seorang anggota polisi. Menurut pengakuan IU, pencabulan yang dialaminya bermula sejak Juli 2013 lalu. Saat itu dia dijemput polisi berinisial IG seusai pulang sekolah.

Si polisi tersebut lalu memerkosa korban yang masih duduk di kelas dua salah satu SMA di Gorontalo itu, di kediamannya. Menurut IU, dia diperkosa setelah sebelumnya diancam akan dibunuh jika menolak.

Setelah itu, korban lalu dipaksa melayani rekan-rekan polisi lain. Menurut korban, peristiwa ini terus berlanjut pada awal Oktober lalu, saat salah satu polisi berinisial IR melakukan perbuatan bejatnya di ruangan salah satu kantor polsek di Gorontalo.

Orangtua IU kemudian mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Gorontalo untuk melaporkan kasus pemerkosaan terhadap anak mereka. Kedua orangtua korban menjalani pemeriksaan dari penyidik dengan membawa seragam sekolah korban saat dia diperkosa sebagai barang bukti.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio mengaku telah menerima laporan akan adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Lisma membantah pemberitaan yang menyebut bahwa jumlah polisi yang melakukan tindak asusila tersebut sembilan orang. “Tidak benar itu angka sembilan orang. Yang benar itu adalah 1-2 orang saja. Itu pun hal ini baru berdasarkan pengakuan orangtua korban,” kata Lisma.

Sampai saat ini polisi telah memeriksa lima saksi terkait kasus ini. Kelima saksi tersebut termasuk kedua orangtua korban. Polisi, kata Lisma, belum mengantongi nama-nama para pelaku. Namun, Lisma menyebut orang-orang yang diduga telah mencabuli IU bukan hanya para polisi, tetapi juga masyarakat umum.

Polisi, menurut Lisma, masih menunggu kesempatan untuk meminta keterangan dari IU sebagai saksi korban. IU sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat trauma akan kejadian yang dialaminya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.