LSM: Polres TTU Lamban Tangani Kasus Pupuk Subsidi

Kompas.com - 10/10/2013, 17:03 WIB
Juru Bicara keluarga Cebongan, Viktor Manbait Kompas.com/Sigiranus marutho BereJuru Bicara keluarga Cebongan, Viktor Manbait

KEFAMENANU, KOMPAS.com
- Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai lemah dan lamban dalam menangani kasus pengangkutan 100 karung pupuk bersubsidi tanpa dilengkapi dokumen sah. Kasus ini diduga melibatkan seorang oknum anggota DPRD TTU berinisial CS.

Hal tersebut disampaikan Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, ketika menghubungi Kompas.com, Kamis (10/10/2013) siang.

“Kita lihat memang kepolisian TTU sangat lemah dalam penegakan hukum dan lamban ketika kasus itu bersentuhan dengan para pejabat atau pengusaha. Kasus pupuk ini sudah sejak lama dimana semua barang bukti ada dan tertangkap tangan, tapi apa lacur Polres sepertinya tak berdaya, sama halnya dengan kasus robohnya tiang jembatan Kote di Noemuti, senilai Rp 5 miliar,” beber Viktor.

Menurut Viktor, selain kasus pupuk dan jembatan, kasus dugaan korupsi lainnya juga masih mengendap di Polres TTU, salah satunya kolam renang Taekas dengan pagu anggaran Rp 850 juta. Sejak tahun 2010 lalu, kasus itu tidak juga diproses.

Diberitakan sebelumnya, Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggagalkan upaya penyelundupan empat ton pupuk bersubsidi yang diangkut dengan menggunakan truk. Aksi ini terungkap secara tak sengaja setelah truk pengangkut pupuk bersubsidi mogok di pinggir jalan. Rencananya, pupuk bersubsidi tersebut hendak dibawa ke Desa Batnes, Kecamatan Musi, dekat Perbatasan Timor Leste. Pupuk tersebut diangkut dari gudang milik seorang oknum anggota DPRD TTU berinisial CS.

Kepala Polres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha kepada Kompas.com, Minggu mengatakan, awalnya petugas yang melintas curiga melihat truk berhenti di pinggir jalan di sekitar Desa Ainan menuju Batnes. Saat ditanya apa muatannya, sopir terlihat gugup.

"Saat anggota melakukan pengecekan, ternyata isinya pupuk bersubsidi yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Jadi langsung kita arahkan ke kantor polisi," kata Suparwitha, Minggu (24/3/2013).

Anehnya sopir truk mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk mengangkut 100 karung berisi pupuk dari gudang penyimpanan pupuk milik seorang oknum anggota DPRD TTU. "Saya hanya antar saja ke Batnes. Kami angkut dari gudang di alamat kilometer lima jurusan Kupang siang sekitar pukul 14.00 Wita," ungkap Bertus Muki, sopir truk saat menjalani pemeriksaan di Mapolres TTU.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X